Breaking News:

Berita Sumenep

Pemkab Sumenep Minta segera Laporkan jika Temui Keluarga Penerima PKH Tidak Tepat Sasaran

Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, membantah penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Sumenep tidak tepat sasaran.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
surya/khairul amin
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial, Syafrawi. 

SURYA.co.id I SUMENEP – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membantah penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sumenep tidak tepat sasaran.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial, Syafrawi menyampaikan bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Sumenep sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

 “Telah melalui tahapan verifikasi dan validasi data, sehingga dipastikan penerima PKH sesuai dengan kriteria,” terangnya, Jumat (16/3/2018).

Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan semua Camat dan Kepala Desa (kades) untuk kemudian melaporkan ke Dinsos jika ditemukan KPM PKH yang tidak tepat sasaran.

 “Kalau memang ada temuan warganya yang tidak tepat sasaran, kades harus melaporkan dengan memberikan rekomendasi nama-nama yang tidak tepat sasaran, untuk selanjutnya diproses," tegas Syafrawi.

 Skema bantuan PKH, tambah Syafrawi, dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

 “Penerima PKH harus memiliki komponen PKH aktif (SMA, SD dan Balita), semua masih hidup,” terangnya.

 Pihaknya juga menyampaikan sudah menginstrusikan pada pihak terkait untuk segera melaporkan jika ditemukan KPM PKH tidak sesuai aturan.

 "Saya sampaikan pada Camat dan Kades se-Kabupaten Sumenep, jika KPM PKH tidak memenuhi komponen tersebut, tolong coret dan segera laporkan melalui rekomendasi Kades," terangnya.

 Syafrawi mengakui, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari kades, meskipun memang sering didapati banyaknya keluhan terkait penyaluran PKH.

 “Memang benar ada sebagian warga yang mengeluhkan penyaluran PKH, katanya PKH tidak tepat sasaran. Saya sampaikan, tolong laporkan secara tertulis agar kami bisa tindaklanjuti," tegas Syafrawi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved