Video - Siswa Asing Dalang Pakai Bahasa Thailand, Lihat Aksinya

Arunocha Autamaviriya siswa asal Thailand sebagai dalang membawakan cerita Padadaran Pitra Siswa Sukalima dalam bahasa Thailand.

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak lima siswa Plukdaeng Pittayakom School Rayong Thailand berlatih mendalang di Taman Budaya Cak Durasim, Rabu (14/3/2018).

Bersama siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, siswa Negeri Gajah Putih itu belajar mendalang sebagai bagian dari edukasi dan pertukaran budaya yang dilakukan kedua sekolah.

Uniknya, cerita wayang yang dibawakan menggunakan Bahasa Thailand.

Arunocha Autamaviriya (17), siswa asal Thailand berperan sebagai dalang yang membawakan cerita Pendadaran Pitra Siswa Sokalima dalam Bahasa Thailand.

siswa Plukdaeng Pittayakom School Rayong Thailand berlatih mendalang di Taman Budaya Cak Durasim, Rabu (14/3/2018).
siswa Plukdaeng Pittayakom School Rayong Thailand berlatih mendalang di Taman Budaya Cak Durasim, Rabu (14/3/2018). (surya/sulvi sofiana)

Secara umum, kisah ini menceritakan para Pandawa dan Kurawa yang telah menyelesaikan pendidikannya kepada Danghyang Druna. Hasil pendidikan itu dipertandingkan di hadapan seluruh rakyat Kerajaan Hastina.

Puncak dari pertandingan ini adalah pertarungan antara Raden Permadi melawan Raden Suryaputra yang tidak lain adalah kakak sulungnya sendiri.

Dengan dialog yang sudah diterjemahkan menjadi bahasa Thailand, Beat, sapaan akrab Arunocha memainkan tiga tokoh wayang.

"Di Thailand juga ada wayang, tetapi beda ceritanya. Ini mudah saya pahami," kata Beat.

Pelajar berambut pendek ini mengungkapkan banyak perlengkapan dalam komponen wayang yang membuatnya cukup kesulitan.

Tetapi secara keseluruhan ia menikmati jalan cerita yang masih lekat dengan kehidupan saat ini.

Sedangkan teman Beat yang lain memainkan musik pengiring bersama siswa SMP Muhammadiyah lainnya.

Baca: Dibuka Lowongan Driver Suroboyo Bus Bergaji Rp 3,2 Juta, Ini Persyaratannya

Baca: Lineage 2 Revolution, Panduan Menyelesaikan Issue Gagal Patching CDN

Rivaldo Dwiki, siswa SMP Muhammadiyah 5 mengungkapkan bangga wayang yang baru ia pelajari juga bisa dipelajari siswa asing.

"Mereka seru diajak ngobrol, dan sekarang mereka belajar wayang. Pastinya bangga budaya Indonesia bisa dikenal luas,"ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved