Berita Bangkalan Madura

Usai Bertengkar, Seorang Pria Gantung Diri di Rumah Tunangan. Ini Penyebabnya

Pria di Bangkalan Madura gantung diri di rumah tunangannya setelah sebelumnya sempat bertengkar hebat dengan tunangannya itu.

Usai Bertengkar, Seorang Pria Gantung Diri di Rumah Tunangan. Ini Penyebabnya
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Rumah tempat korban melakukan gantung diri dipasangi garis polisi. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Seorang tenaga pemasaran (sales) di Kabupaten Bangkalan, Madura, M Sahrul Romadhon (22), warga Jalan Raya Ketengan, Kecamatan Burneh tewas dengan cara gantung diri di rumah tunangannya, Ainun Kiptiyah (20), Jalan Pemuda Kaffa, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Minggu (11/3/2018).

Ainun menemukan Sahrul di gudang keadaan dalam gantung diri dengan tali nilon warna kuning yang diikatkan di leher dan digantungkan ke kayu usuk gudang.

Kasubbag Polres Bangkalan AKP Bidarudin mengungkapkan, saksi Ainun seketika itu memotong tali nilon dengan sekrop begitu melihat tunangannya gantung diri.

"Saksi membangunkan adiknya. Keduanya sempat memberi minum korban dua teguk air. Korban sempat direbahkan ke teras rumah sebelum dilarikan ke RSUD Syamrabu. Namun jiwanya tak tertolong," ungkap Bidarudin.

Informasi yang dihimpun pihak kepolisian, dua minggu sebelumnya korban dan Ainun bertengkar di rumah tunangannya itu. Cekcok kembali terulang pada Sabtu (10/3/2018).

"Masalah uang sisa gaji korban yang diberikan kepada saksi. Namun saksi menolaknya. Korban lantas membuang uang itu ke sungai di sekitar lokasi kejadian," jelasnya.

Dugaan lain, lanjut Bidarudin, korban memilih gantung diri lantaran hubungan pertunangan keduanya terancam kandas. Hal itu terungkap dalam pertengkaran pertama yang disampaikan saksi di hadapan polisi.

Saksi berucap, masih menurut Bidarudin, ingin menenangkan diri setelah terjadi pertengkaran. Hubungan semakin retak setelah pertengkaran kedua, Sabtu kemarin.

Korban berkirim pesan melalui whatsApp kepada tunangannya: 'uda tak omongin ke De Yu ntar sore mau ke Kp. Kencat ke rumah kakek mau batalin tunangan'.

"Saksi Ainun memblokir smua koneksi dari korban. Malamnya saksi membalas melalui SMS, 'saya mau nenangin diri dulu kalau mau batalin ya batalin," papar Bidarudin.

Hasil visum terhadap tubuh korban tidak ditemukan adanya tindak kekerasan. Dokter forensik hanya menemukan luka jirat di leher bagian depan sepanjang 32 cm akibat benang nilon.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved