Kebakaran Pabrik Plastik di Pandaan Merembet ke Gudang Lainnya, Polisi Tambah Dua Mobil PMK

Dua mobil PMK yang sudah ada belum mampu menjinakan si Jago Merah. Polisi meminta bantuan dua PMK lainnya dari Pemkab Pasuruan.

Kebakaran Pabrik Plastik di Pandaan Merembet ke Gudang Lainnya, Polisi Tambah Dua Mobil PMK
surya/galih lintartika
Kebakaran pabrik plastik PT Mercu Pasifik di Desa Jetak, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (11/3/2018) pagi. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Api yang membakar sebuah pabrik plastik di Desa Jetak, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (11/3/2018) pagi merembet ke gudang pabrik tersebut. Pabrik plastik yang terbakar itu bernama PT Mercu Pasifik.

Dua mobil PMK yang sudah ada belum mampu menjinakan si Jago Merah. Akhirnya, polisi meminta bantuan dua PMK lainnya dari Pemkab Pasuruan.

Saat ini, dua mobil PMK tambahan sedang perjalanan menuju lokasi kejadian.

Baca: Material Plastik dan Angin Kencang Membuat Kebakaran Pabrik Plastik di Pandaan Semakin Besar

Kapolsek Pandaan, AKP Ahmad, mengakui memang proses pemadaman api di pabrik ini tidak mudah meski untuk akses jalannya sangat mudah dan lebar.

Namun, material plastik yang terbakar ini susah untuk dipadamkan. Kata Ahmad, petugas PMK sudah mencampur air yang disemprotkan itu dengan cairan sabun.

"Air dicampur dengan cairan itu akan lebih mudah memadamkan api dibandingkan hanya air saja," kata Ahmad.

"Tambahan mobil PMK ini diharapkan bisa memudahkan proses pemadaman. Kami berharap kebakaran ini tidak merambat dan atau meluas ke lainnya," sambungnya.

Kebakaran pabrik plastik PT Mercu Pasifik di Desa Jetak, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (11/3/2018) pagi.
Kebakaran pabrik plastik PT Mercu Pasifik di Desa Jetak, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (11/3/2018) pagi. (surya/galih lintartika)

Saat ini, polisi sudah membatasi akses masuk warga setempat di lokasi kejadian. Korps Bhayangkara sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi.

"Ini untuk memudahkan, agar rekan-rekan PMK bisa bertugas maksimal. Mereka biar bisa konsentrasi memadamkan api tanpa ada gangguan. Kedua, juga meminimalisir potensi kecelakaan yang bisa menimpa warga. Ini pabrik kan masih kebakar, khawatir ada apa - apa. Jadi mereka harus berjaga dari jarak agak jauh," tutup dia.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved