Senin, 20 April 2026

Berita Surabaya

Mengenang Wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq di Bulan Jumadil Akhir, Maret 2018

Meski simpang siur kapan tanggal wafatnya Abu Bakar Ash Siddiq, namun semangatnya patut menjadi contoh untuk generasi penerus...

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Cak Sur
surya/ist
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi umat Islam, atau mereka yang pernah belajar tentang Islam, pasti mengenal sosok Abu Bakar Ash-Siddiq RA (RadhiAllahu'anhu).

Bagaimana tidak, kesetiaannya kepada Rasulullah Muhammad Shallahu 'Alaihi Wasallam (SAW) sangat luar biasa. Dialah orang yang pernah menemani Rasul bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy di Gua Tsur.

Dengan sabar dia mempersilahkan rasul memasuki gua nan sempit dan hanya cukup untuk satu orang itu, sedangkan Abu Bakar Ash Shiddiq berjaga di luar.

Saat Rasulullah Muhammad SAW sakit, Abu Bakar Ash Siddiq diminta untuk menggantikan rasul menjadi imam shalat.

Dan permintaan rasul ini menjadi diskusi para sahabat kala itu, sebagai tanda Abu Bakar menjadi pemimpin baru umat Islam, khalifah atau yang familiar disebut Khulafaur Rasyidin.

Meski simpang siur kapan tanggal wafatnya Abu Bakar Ash Siddiq, tanggal 21 Jumadil Akhir (tahun ini bertepatan pada 9 Maret 2018), 22 Jumadil Akhir (10 Maret 2018), atau 8 hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir 13 Hijriyah, namun semangat Abu Bakar patut menjadi contoh untuk generasi penerus sampai kapan pun.

Hal ini disampaikan Prof Abdul A'la, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

menurut Prof A'la, salah satu yang harus dikembangkan terus adalah totalitas Abu Bakar dalam menerima ajaran Rasulullah.

"Dengan komitmen itulah dia berhasil mengatasi segala penderitaan. Dia juga tidak takut lagi mengembangkan akhlakul karimah. Kemana-mana beliau mendapingi Rasul terus, bahkan menahan kesedihan dan bersabar. Ketika dia bersama rasulullah di Gua Tsur, betapa cintanya, dia sedih bukan untuk dirinya tapi takut Rasulullah ketahuan musuh," katanya penuh haru, Sabtu (10/3/2018).

Dalam kondisi musuh yang sudah dekat dengan lokasi persembunyian Rasul dan dirinya, Abu Bakar gemetar takut ketahuan lanjut Prof A'la.

"Di situ Rasul meyakinkan Abu Bakar agar tidak takut. Kisah ini tertulis dalam Al Qur'an surat At Taubah ayat 40, La Tahzan Innallaha Ma'ana. Di sini pelajaran bahwa kita tidak perlu takut ditinggalkan oleh Allah, kalau kita berbuat baik, Allah pasti hadir di saat yang tepat," terang Prof Abdul A'la.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved