Pilkada 2018

Khofifah Miliki Program Tunjangan untuk Imam Masjid, Tapi Ini Syaratnya

Pentingnya menjaga dan membangun generasi Qur'ani disadari betul oleh calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Miliki Program Tunjangan untuk Imam Masjid, Tapi Ini Syaratnya
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Cagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat di sekolah Khadijah, Sabtu (10/3/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pentingnya menjaga dan membangun generasi Qur'ani disadari betul oleh calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Oleh sebab itu cagub nomor urut satu ini mengaku sudah memiliki program khusus yang nantinya akan memberikan sapaan dan sentuhan untuk para imam masjid yang ada di Jawa Timur.

Khususnya adalah imam masjid yang ada di pinggiran, di desa, di pulau terpencil dan terluar. Program tersebut dikatakan Khofifah sudah masuk dalam nawa bhakti satya.

Atau sembilan program prioritas yang ingin dibaktikan Khofifah dan pasangannya, Emil Elestianto Dardak, untuk kemuliaan warga Jawa Timur.

Dalam wawancara di sekolah Khadijah yang dilakukan Sabtu (10/3/2018) siang, Khofifah mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta Ketua Tim Pemenangan yang tak lain adalah Ketua Dewan Masjid se Jawa Timur untuk menghitung berapa jumlah masjid pinggiran, desa, dan pulau terpencil di Jawa Timur.

"Kami sudah ada rencana dalam nawa bhakti satya, saya meminta Ketua Tim Pemenangan, Bapak M Roziqi yang juga Ketua Dewan Masjid Se Jatim untuk menghitung masjid kecil di pinggiran desa di Jatim, ternyata jumlahnya 41 ribu, mereka rencananya akan kami beri bisyaroh," kata Khofifah.

Bisyaroh yang dimaksud adalah sapaan berupa tunjangan untuk imam masjid sebesar Rp 2 juta setiap tahunnya.

Menurut Khofifah, program tersebut adalah ditujukan untuk menjaga bacaan Al Quran pada setiap masjid.

Sebab peran imam masjid ini sangat penting. Mereka yang akan menjaga agama, bacaan Al Quran yang ada di kampung-kampung dan kawasan pinggiran.

"Saya ini sering solat di masjid dimana begitu bacaan imamnya masih belum tartil, makanya kita ingin memberikan sapaan bagi mereka satu tahun Rp 2 juta," katanya.

Tidak hanya itu, Khofifah juga akan akan memberikan tunjangan bagi penghafal Al Quran hafidz hafidzoh.

Tahap pertama akan ada sebanyak 10 ribu hafidz hafidzoh. Nilai bisyarohnya adalah Rp 2 juta dalam satu tahun.

"Nggak usah ada batasan usia, nanti akan ada yang men tashih atau melakukan seleksi oleh lembaga ilmu Al Quran di kabupaten kota masing-masing," kata Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved