Pilkada 2018

Khofifah Ingin Bangun dan Perkuat Generasi Qurani Sebagai Modal Melahirkan Pemimpin

Khofifah Indar Parawans: Generasi qurani ini yang akan akan membangun sisi religiusitas dalam hidup bermasyarakat, keagamaan dan kebangsaan

Khofifah Ingin Bangun dan Perkuat Generasi Qurani Sebagai Modal Melahirkan Pemimpin
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Ketua Umum Yayasan Khadijah Khofifah Indar Parawansa hadir dalam acara Gebyar Prestasi Al Quran Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU Khadijah Surabaya untuk TK SD SMP SMA, Sabtu (10/3/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Umum Yayasan Khadijah Khofifah Indar Parawansa hadir dalam acara Gebyar Prestasi Al Quran Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU Khadijah Surabaya untuk TK SD SMP SMA, Sabtu (10/3/2018).

Khofifah menjadi tokoh yang turut memberi syahadah untuk 513 siswa TK SD SMP SMA yang sudah berprestasi dalam membaca Al-Quran baik secara tartil maupun tahfidz.

Wanita yang juga mantan Menteri Sosial dan mantan Menter Pemberdayaan Perempuan ini mengatakan, program pembelajaran dan pemberian apresiasi di bidang ibadah dan keagamaan di sekolah Khadijah ini sudah ia rintis sejak tahun 2006.

"Setiap siswa yang sekolah di Khadijah dipastikan bisa membaaa Al Quran baik tartil maupun tahfidz. Jika biasanya SD membaca tahfid juz 30 maka hari ini juz 29, 30 dan juz 1. Artinya ada peningkatan kuantitas dan kualitas yang merupakan upaya untuk menjaga generasi qurani," kata Khofifah.

Wanita yang kini juga sebagai calon gubernur Jaawa Timur nomor urut 1 ini menyebut generasi qurani ini yang akan akan membangun sisi religiusitas dalam hidup bermasyarakat, keagamaan dan kebangsaan.

Pihaknya berharap generasi qurani ini yang akan menyebarkan agarama Islam sebagai rahmatan lil alamin. Yaitu yang memberikan rahmat pada seluruh alam.

"Ini akan menjadi bekal mereka saat akan masuk ke semua lini saat menerima tanggung jawab. Bahwa tidak hanya bertanggung jawab pada yang ada di dunia tapi juga pada ilahiyah, sang pencipta, ini penting kalau ingin melahirkan pemimpin," kata Khofifah.

Pemimpin yang amanah dikatakan Khofifah tidak akan bekerja untuk dipercaya oleh BPK atau atasan. Melainkan orientasi pada sang pencipta.

"Itu yang tidak bisa dikonversikan dalam bentuk bargain apapun," tegasnya.

Lebih lanjut pihaknya ingin agar ke depan penguatan religiusitas ini bisa meluas. Sebab saat ini kalau di sekolah banyak yang hanya memberikan penghargaan di bidang mata pelajaran tertentu saja dan juga nilai UN.

Namun di Khadijah, bidang keagaaman dan ibadah juga menjadi perhatian apresiasi. Yang salah satu ukurannya adalah menerima syahadah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved