Berita Pasuruan

Bayar Tilang Bisa Non Tunai, ini Manfaat dan Keuntungannya

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan membuat kebijakan baru untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat, yakni pembayaran tilang non tunai.

Bayar Tilang Bisa Non Tunai, ini Manfaat dan Keuntungannya
surya/galih lintartika
SOLUSI : Kasi Pidum Kejari Pasuruan Denny Wicaksono saat memberikan sosialisasi terkait sistem pembayaran tilang non tunai yang akan mulai aktif pada Senin depan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan membuat kebijakan baru untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat, yakni pembayaran tilang non tunai. Sebelumnya, pembayaran tilang dilakukan secara tunai.

Kebijakan baru ini, akan mulai diberlakukan Korps Adhyaksa mulai 12 Maret 2018. Tapi, sejak 9 Maret 2018, masyarakat sudah bisa memulai menggunakan kebijakan ini.

Sistem ini digadang - gadang bisa mengantisipasi praktik percaloan atau jasa pengambilan tilang yang merugikan masyarakat. Dengan sistem ini, masyarakat tak perlu menggunakan jasa calo untuk mengambil tilang.

Mekanismenya, para pengambil tilang ini datang ke Kantor Kejari Pasuruan untuk melihat denda tilang yang harus dibayarkan.

Di sana, disediakan papan pengumuman, berapa denda yang harus mereka bayarkan.Di situ akan tertera siapa yang ditilang, kapan , dimana, nomor tilang, dan denda yang harua dibayarkan.

Jika tidak ingin mengantre, pengambil tilang cukup membuka website www.pn-bangil.go.id.

Dalam situs itu, lebih lengkap tinggal mencari nama dan pasti sudah ada berapa denda yang harus dibayarkan.

Selanjutnya, pengambil tilang cukup datang ke Kejari sambil menyerahkan ATM. Di sana, sudah ada mesin ATM yang bisa digesek oleh semua jenis ATM , mulai BRI, BNI, BCA, Mandiri atau jenis ATM lainnya. Setelah digesekkan, muncul bukti pembayaran tilang.

Nah, bukti pembayaran tilang ini ditunjukkan ke petugas tilang untuk ditukar dengan SIM atau STNK yanh ditilang saat itu. Jika tidak ada ATM, pengambil tilang bisa membayarkan melalui 0550-01-000327-30-6 AN BPN 032 Kejari Kabupaten Pasuruan. Bukti transfer pembayaran itu juga ditunjukkan ke kejari untuk mengambil tilang.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Denny Wicaksono mengatakan, mulai senin mendatang, pihaknya sudah tidak akan melayani pembayaran tunai. Kata dia, pembayaran tilang akan dilakukan melalui non tunai, bisa gesek di mesin gesek ATM, atau di bank BRI melalui no rekening kejaksaan.

"Ini kami maksimalkan sosialisasi ke masyarakat. Mulai senin , sudah tidak ada lagi pembayaran tunai. Kami sudah tidak melayani," katanya kepada Surya, Jumat (9/3/2018) sore.

Dia menjelaskan, sistem pembayaran tilang non tunai ini bisa mengurangi praktik percaloan. Ia mengaku sudah tidak ada ruang bagi calo untuk menawarkan jasa pengambilan tilang.

"Selain itu, sistem ini akan bisa mengurangi antrean. Yang mau menganbil tilang, tidak butuh waktu lama. Cukup 10 menit saja, tilang sudah bisa diambil, karena semuanya sistemnya online. Oh iya, pengambilan tilang tidak harus hari jumat. tiap hari bisa diambil asalkan hari kerja," tambah dia.

Kamal Yusuf, pengambil tilang dari Wonokromo, Surabaya mengaku senang dengan pemberlakuan sistem pembayaran non tunai ini. Kata dia, pembayaran ini bisa memangkas waktu tunggu. Apalagi, bagi dirinya yang bukan asal Pasuruan. Dia asal Surabaya dan kebetulan beberapa waktu lalu ditilang di Pasuruan.

"Saya suka. Tidak butuh waktu lama. saya datang, dan bilang pakai non tunai. Langsung dilayani. Sekitar 10 menit saya sudah bisa ambil tilang dan pulang lagi. Saya suka program ini, semoga ke depan bisa ditingkatkan lagi pelayanannya," tambah dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved