Sambang Kampung Gadukan Bozem

Yayasan HotLine Surabaya Ingin Bangkitkan Pemuda Cinta Kesenian Daerah

Esthi Susanti Hudiono Direktur Eksekutif Yayasan HotLine Surabaya memilih kampung Gadukan Bozem sebagai Kampung Parikan bukan tanpa alasan.

Yayasan HotLine Surabaya Ingin Bangkitkan Pemuda Cinta Kesenian Daerah
surya/eben haezer panca
Esthi Susanti Hudiono (53), menjadi pengabdi masyarakat lewat Yayasan Hotline Surabaya.

Surya.co.id | SURABAYA - Esthi Susanti Hudiono Direktur Eksekutif Yayasan HotLine Surabaya menjelaskan, pemilihan kampung Gadukan Bozem sebagai Kampung Parikan bukan tanpa alasan.

Menurutnya, kampung bosen sangat cocok dijadikan pengembangan kebudayaan, sebab keluasan wilayah.

"Dari segi estetika juga mendukung, lingkungannya indah," tuturnya.

Dalam program sebelumnya, pihak yayasan HotLine Surabaya hanya mengecat 35 rumah di kampung Gadukan Bozem dengan Sembilan warna saja. Pikir Esthi, hal itu tidak ada bedanya dengan kampung yang ada di Malang dan Kenjeran.

"Kami berpikir untuk membuat pembeda, penambahan parikan dan mural legenda ludruk adalah pilihannya," kata Wanita berkacamata oval itu.

Aminiyah seorang warga Gadukan mengaku sangat senang dengan perubahan dikampungnya. "Ada kemajuan, sekarang ada julukannya, rumahnya juga terlihat lebih cantik," tuturnya.

Pihaknya menggandeng pakar Desainer serta artenterpreneur untuk penggarapan dan kelanjutan program.

Ia menyiapkan pengajar artenterpreuner, agar pemuda yang belajar ludruk bisa menghasilkan uang. "Tak hanya sekedar berlatih saja mereka harus bisa menghasilkan uang sendiri dari ludruk," ungkapnya.

Dengan adanya program ini Esthi berharap, pemuda bisa lebih mencintai kesenian daerahnya. Pada hari ulang tahun Surabaya pihaknya akan membuat event di Gadukan Bozem tentang kesenian. "Kami akan membuat kesenian yang tampil ludruk dari pemuda Gadukan Bozem," pungkasnya.

Wihda Maulidiyah sekertaris Karang Taruna Kelurahan MoroKrembangan mengatakan, dengan adanya mural legenda ludruk dan parikan dikampungnya membuat kesadaran pemuda akan budaya daerah meningkat.

"Teman-teman sangat antusias belajar Parikan dan Ludruk," Tutupnya

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved