Breaking News:

Lakpesdam PB NU Dan FIHRRST Gelar Beri Pelatihan Halaqah Ramah HAM

Prof. Ny. Hj. Istibsjaroh, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah al-Urwatul Wutsqo (STIT-UW) Jombang mendukung terlaksananya kegiatan ini.

foto: istimewa
Para pembicara dalam kegiatan halaqah bertema HAM yang digelar Lakpesdam PB NU dan FIHRRST yang digelar di Jombang, hingga Rabu (7/3/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PB NU) dan Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) bekerjasama dalam melaksanakan pelatihan HAM bagi para mahasiswa dan santri senior, pada Senin (5/3/3018) hingga Rabu (7/3/2018).

Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo, Jombang itu, merupakan pelatihan dalam rangka pengarusutamaan kultur HAM di tengah masyarakat luas.

Pelatihan bertema “Halaqah Islam Ramah HAM: Islam Wa Al-Huquq Al-Insaniyyah Perspektif Hukum dan Aswaja” itu diharapkan bisa membantu memperluas pemahaman para mahasiswa dan santri senior atas HAM dan akan memperluas wilayah toleransi bagi orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan berbeda dari para santri. Dr Marzuki Wahid, Sekretaris Lakpesdam PBNU menambahkan, “Secara prinsip, Islam dan HAM sebenarnya tidak bertentangan”.

Prof Makarim Wibisono, salah satu pendiri FIHRRST mengatakan bahwa kesediaan beberapa perguruan tinggi Islam dan pesantren di Jombang mengirimkan para mahasiswa santri senior untuk mengikuti pelaksanaan pelatihan HAM menjadi bukti bahwa nilai-nilai HAM dan toleransi yang disebarkan oleh Gus Dur yang lahir di Jombang, telah tertanam dengan kuat di masyarakat Jombang.

Prof. Ny. Hj. Istibsjaroh, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah al-Urwatul Wutsqo (STIT-UW) Jombang sangat mendukung terlaksananya kegiatan pelatihan Islam ramah HAM ini.

Dia  berpendapat masih banyak masyarakat yang belum mengerti masalah HAM secara mendetail.

"Kegiatan ini sangat diperlukan untuk memberikan wawasan yang luas tentang HAM untuk mahasiswa dan santri, karena itu perlu diadakan secara reguler," kata Istibsjaroh.

Pengarusutamaan nilai-nilai HAM termasuk toleransi beragama akan sangat mendukung terwujudnya harapan di mana Indonesia dapat menjadi pelopor dalam mempromosikan Islam yang moderat, yaitu yang utamanya sejalan dengan penghargaan terhadap nilai-nilai hak asasi manusia.

"Kursus singkat ini diharapkan dapat memberikan khasanah baru terhadap reputasi Islam yang damai, pluralis dan humanis," tambah Dr Rumadi Ahmad, Ketua Lakpesdam PBNU.

Keberhasilan kegiatan pelatihan HAM yang didukung oleh Canada Fund for Local Initiatives ini diharapkan dapat mendorong para mahasiswa dan santri senior untuk menyebarkan nilai toleransi dan penghormatan HAM di lingkungan mereka, menghormati perbedaan terutama ketika para mahasiswa dan santri senior menjadi pendidik atau pemuka agama di kemudian hari.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved