Sosok Inspirasi

Iptu Rita Kurniati Bintang Proliga Langganan Pelatnas

Selama 20 tahun menjadi polisi, Rita telah mengoleksi banyak prestasi di lapangan voli.

Iptu Rita Kurniati Bintang Proliga Langganan Pelatnas
surya/m taufik
Iptu Rita berseragam klubnya Posivo Polri. 

RITA KURNIATI lahir di Jakarta 27 September 1978. Sejak kecil dia sama sekali tidak pernah mengira akan menjadi polisi.

Apalagi, dirinya juga tidak pernah mendaftar atau ikut rekrutmen seperti kebanyakan polisi lain.
Yang ditekuni Rita sejak kecil adalah voli. Dia sekolah SMP dan SMA di Ragunan. Sejak SMP sudah menjadi atlet. Rita

tergabung dalam klub voli Tunggal Dara di tahun 1992 hingga 1996, dan menjadi bagian klub voli V3 pada 1996-1997.

"Waktu itu, Polri punya klub voli. Nah karena tertarik permainan saya, kemudian saya ditawari gabung menjadi polisi," kisah Rita.

Awal menjadi polisi, Rita bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tahun 1998. Tentu aktivitasnya lebih banyak di lapangan voli dari pada di markas.

Baru setelah PON tahun 2008, Rita pindah tugas ke Polres Sidoarjo, tepatnya di bagian SKCK Polsek Porong.  Seperti sebelumnya.

"Tahun 2013 saya pindah ke Polres Sidoarjo menjadi KBO Binmas, dan setelah itu pindah lagi menjadi Kaur Administrasi di Satlantas Polres Sidoarjo," kata ibu dua anak murah senyum ini.

Setelah itu, dia pindah ke Gresik menjadi Kanit Regident Satlantas Polres Gresik. Di Kota Pudak hanya bertugas lima bulan, selanjutnya Iptu Rita dimutasi menjadi Kanit Regident Satlantas Polres Lamongan hingga sekarang.

Selama 20 tahun menjadi polisi, Rita telah mengoleksi banyak prestasi di lapangan voli. Tiga kali ikut Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia juga menjadi langganan pengisi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Tercatat tiga kali ini, Rita menjadi skuad nasional di arena Sea Games.

Sebelum menjadi atlet voli Polda Jatim dan Mabes Polri, atlet langganan menjadi pemain terbaik di Pro Liga ini, pernah bermain di sejumlah klub voli ternama Indonesia. Antara lain, tahun 2003 - 2004 dia bermain di Jakarta Bank DKI, tahun 2005 - 2006 di Jakarta Electrik PLN, kemudian 2007 sampai 2016 di Popsivo Polri.

"Mulai tahun 2017 kemarin gantung sepatu," pungkasnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved