Harga Cabai di Bojonegoro Merangkak Naik, Pedagang Keluhkan Sepi Penjualan

Salah seorang pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, Sumjito mengatakan kenaikan harga cabai ini berdampak pada penjualan yang belakangan mulai sepi.

Harga Cabai di Bojonegoro Merangkak Naik, Pedagang Keluhkan Sepi Penjualan
surabaya.tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Sejumlah pedagang sedang menyortir cabai di Pasar Induk Komoditi Buah dan Pangan Pare Kediri. Di Bojonegoro, harga cabai makin meroket, Rabu (7/3/2018) 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Harga cabai rawit di Bojonegoro kian merangkak naik selama sepekan terakhir. Cabai rawit pedas, yang sebelumnya seharga Rp 50.000 per kg kini menjadi Rp 65.000.

Cabai rawit keriting pun demikian, dari Rp 35.000 per kg menjadi Rp 40.000. Naiknya harga tersebut juga mempengaruhi penjualan.

Salah seorang pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, Sumjito mengatakan kenaikan harga cabai ini berdampak pada penjualan yang belakangan mulai sepi.

Biasanya pria 55 tahun asal Kelurahan Ledok Kulon itu bisa menjual cabai rawit hingga sebanyak 20 kg. Kini diakuinya penjualan makin sulit, lantaran daya beli masyarakat yang tak menjangkau harga cabai tersebut.

"Sekarang bisa jual 15 kg saja sudah bagus," kata Sumjito kepada Surya, saat ditemui di tokonya, Rabu (7/2/2018).

Sementara itu, salah seorang pembeli, Cipto menyatakan, keengganannya membeli cabai rawit dalam jumlah banyak seperti biasanya.

Dia menuturkan, jika setiap harinya bisa membeli 1 kg cabai rawit, maka sekarang hanya membeli seperempatnya saja.

"Harganya mahal, jadi hanya membeli seperempat saja," tandas Cipto.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved