Lapor Cak

Awas, Ban Kendaraan Sering Terselip di Rel Kereta Api Ketintang

Ban kendaraan pengendara di jalan Ketintang sering terselip saat melewati rel kereta api di jalan tersebut karena rel sudah mulai rusak.

Awas, Ban Kendaraan Sering Terselip di Rel Kereta Api Ketintang
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Aspal rel kereta api di kawasan Ketintang rusak hingga dapat membahayakan pengendara khususnya motor saat hujan, Rabu (7/3). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ban kendaraan pengendara di jalan Ketintang sering terselip saat melewati rel kereta api di jalan tersebut. Pasalnya aspal diantara rel sudah mulai rusak sehingga menimbulkan lubang di sekitar rel. Tak jarang warga hampir terpeleset dan jatuh saat lalu lintas padat.

Rel kereta api ini berada di jalan Ketintang, biasa dilalui untuk mobilitas ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ataupun Royal Plaza.

Jalan yang dilalui rel ini menjadi pertemuan dari dua jalan dari 2 arah jalan. Dari sisi barat merupakan pertemuan jalan dari jalan Jetis Kulon dengan jalan Ketintang, sementara sisi Timur pertemuan jalan Ketintang Baru dengan Jalan Ketintang.

Karena luas jalan yang menyempit, volume kendaraan kerap meningkat ketika kereta api lewat. Lebar jalan yang hanya sekitar 5 meter itu dipenuhi pengendara dari kedua sisi.

Sementara kondisi aspal di sekitar rel dan di bagian tengah rel sudah rusak. Sehingga terbentuk lubang di antara kedua besi rel. Dan menyisakan batuan yang kerap membuat pengendara tergelincir.

Agustina (23), pengendara dari arah Karah mengungkapkan sudah terbiasa dengan jalan yang rusak di tengah rel kereta tersebut. Iapun memilih berhati-hati saat melewatinya.

"Tapi kadang juga ada yang nekat ngebut gitu bikin kaget. Soalnya sampai lompat sepeda motornya,"jelasnya.

Sementara itu Indah Kusuma Putri (21), mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang sering lewat jalur tersebut mengaku pernah kesulitan saat melintas rel.

Pasalnya karena mengambil arah menyerong, ban sepeda motornya terselip dan membuatnya hampir jatuh.

"Kalau ada kereta lewat, karena nggak sabar, jalan itu penuh di kedua sisinya. Nah saat portal di buka, otomatis yang sisi kanan harus nyerong balik ke sisi kiri. Di situ ban sepeda motor saya nggak stabil,"lanjutnya

Teguh Utomo (43), warga Jetis Surabaya yang bekerja mengatur lalu lintas di rel tersebut mengungkapkan sering ada pengendara yang terperosok diantara rel dan aspal rusak tersebut.

"Paling sering sepeda motor, sampai dorong berkali-kali saya. Kesel juga,"ujar pria yang akrab disapa Jarwo ini.

Selain itu, Jarwo dan beberapa warga juga telah berinisiatif memperbaiki jalan dengan semen. Sayangnya tambalan semen tersebut tidak bertahan lama dan kembali rusak.

"Kalau pas ramai, jam sore biasanya banyak yang pulang kuliah dan kerja. Bisa macet karena susah lewat jalan rusak itu,"lanjutnya.

Kemacetan bisa semakin parah saat akhir pekan. Sebab saat palang rel menutup, tak jarang pengendara dari dua sisi jalan memenuhi jalan hingga berpapasan.




Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved