Breaking News:

Berita Sidoarjo

Retribusi Parkir Berlangganan Mengalir ke Polisi dan Pemprov Jatim, Pemkab Sidoarjo Kebagian Segini

Retribusi parkir berlangganan di Sidoarjo bukan hanya untuk membayar juru parkir.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Rambu larangan menarik uang parkir yang dipasang Dishub di tempat parkir yang seperti hanya hiasan. Di hampir semua tempat parkir, warga tetap harus membayar, meski sudah bayar parkir berlangganan. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Retribusi parkir berlangganan di Sidoarjo bukan hanya untuk membayar juru parkir. Pemkab Sidoarjo memasukkan PAD (pendapatan asli daerah) tersebut ke Polresta Sidoarjo dan ke Bappeda Provinsi Jawa Timur.

Data di Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo menyebut, tahun 2016 realisasi retribusi parkir berlangganan mencapai Rp 28.176.120.000, sedangkan 2017 mencapai Rp 29.732.445.000.

"Tapi yang masuk PAD, tahun 2016 sebesar Rp 15.641.208.400. dan tahun 2017 sebanyak Rp 15.994.884.900," ungkap Kepala Dishub Sidoarjo Bahrul Amig, Selasa (6/3/2018).

Uang hasil tarikan itu mengalir ke Polresta Sidoarjo, pihak yang menarik retribusi bersamaan dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor, tahun 2016 sebanyak Rp 1.408.806.000, dan ke Bappeda Jatim Rp 3.662.895.600.

Pengeluaran lainnya di tahun 2016 mencapai Rp 7.463.210.000 yang terdiri dari gaji 530 juru parkir (setiap jukir Rp 750.000) sebesar Rp 4.770.000.000; sebanyak 106 orang pengawas (setiap orang Rp 1.400.000) sebesar Rp 1.780.000.000; lima petugas informasi (Rp 1.400.000/orang) sebesar Rp 84.000.000; dan empat administrasi perkantoran (Rp 1.400.000/orang) sebesar Rp 67.200.000.

Sedangkan tahun 2017, total pengeluaran untuk Jukir, pengawas dan sebagainya itu mencapai Rp 8.385.720.000. Kemudian yang mengalir ke Dispenda Jatim Rp 3.866.217.000 dan untuk Polres sebanyak Rp 1.486.622.200.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved