Ratusan GTT di Surabaya Cemas dan Gelisah, Honor dari Pemkot Mandek

Belum diketahui persis kenapa Februari ini honor ratusan GTT mandek. Padahal, biasanya tiap awal bulan honor sudah mereka terima.

Ratusan GTT di Surabaya Cemas dan Gelisah, Honor dari Pemkot Mandek
surya/hanif manshuri
Massa GTT saat melakukan aksi demo di Gedung DPRD Lamongan, Kamis (20/10/2016). Di Surabaya, para GTT dan PTT cemas lantaran honor mereka mandek alias belum cair, Senin (5/3/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan honorer GTT dan PTT jenjang SD dan SMP di Surabaya cemas. Hingga saat ini honor mereka sebagai pegawai tidak tetap yang bertugas di instansi Pemerintah Kota Surabaya belum cair.

"Tidak tahu sekolah lain. Honor saya untuk Februari ini kok belum cair," ucap salah satu GTT di sebuah SDN Wonorejo kepada Surya, Senin (5/3/2018).

Dia meminta kepada Pemkot untuk bisa memberikan hak para GTT menikmati honor mereka. Honor sekitar Rp 3 juta yang GTT terima sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari.

Koordinator GTT-PTT Jatim, Eko Mardiyanto, mendapat laporan bahwa banyak GTT di Surabaya mulai resah.

"Mereka harus membayar kebutuhan hidup dan kini memilih utang," tandas Eko. 

Belum diketahui persis kenapa Februari ini honor ratusan GTT mandek. Padahal, biasanya tiap awal bulan honor sudah mereka terima. Eko menduga karena honor ini terkait pencairan Bopda.

Eko meminta kepada Pemkot Surabaya untuk memberikan apa yang menjadi hak para GTT. Meski dirinya sadar bahwa Kota Surabaya relatif memberikan perhatian khusus kepada GTT dibanding daerah lain. 

Honor para GTT dan PTT di Surabaya dicukupi APBD. Honorer itu digaji sesuai UMK.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved