Breaking News:

Berita Tulungagung

Puluhan Orang di Tulungagung Keracunan Usai Menyantap Hidangan Pernikahan. Begini Akibatnya

Puluhan orang di Tulungagung keracunan setelah menyantap makanan yang disajikan di pesta pernikahan. Begini akibatnya...

Penulis: David Yohanes | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Personil Polsek Kauman saat menemui keluarga korban keracunan yang dirawat. (Ist) 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Puluhan orang dilarikan ke Puskesmas karena mengalami gejala keracunan makanan, seperti sakit perut dan diare. Para korban diduga keracunan makanan dari acara hajatan seorang warga di Dusun Krajan Desa Mojosari, Kecamatan Kauman, Tulungagung.

Menurut warga yang dihubungi lewat telepon, LS, saat itu warga bernama Soekadarus Wandono (60) tengah menikahkan anaknya, pada Sabtu (3/3/2018).

Saat itu menu makanan yang disajikan secara prasmanan beraneka ragam, seperti sate ayam, capjay, es krim, soto, ayam lodo dan es buah.

“Jadi kejadiannya sebenarnya sudah Sabtu kemarin. Tapi sampai hari ini masih banyak yang belum sembuh,” ujar LS, Senin (5/3/2018).

Kapolsek Kauman, AKP Nahuri membenarkan keracunan massal ini. Saat dihubungi, Nahuri mengaku baru saja mendata korban di Puskesmas dan di RSUD dr Iskak. Pihaknya juga sudah mengambil sampel makanan.

“Rencananya sampel makanan akan dikirim ke laboratorium di Surabaya oleh Dinas Kesehatan,” terang Nahuri.

Sampel makanan yang diambil antara lain bumbu sate dan krupuk udang. Selain itu ada juga sejumlah jajanan seperti wajik, roti dan madumongso. Lanjut Nahuri, sebenarnya para korban sudah merasakan gejala keracunan tidak lama setelah menikmati hidangan.

Banyak di antara mereka yang sakit perut dan sering buang air besar. Beberapa orang mengalami sakit hingga hari ini, Senin (5/3/2018).

“Gejalanya rata-rata pusing, sakit perut dan diare. Sebagian besar korban dirawat di Puskesmas Kauman,” tambah Nahuri.

Ada sembilan pasien yang masih menjalani perawatan. Sedangkan 19 orang sudah diperbolehkan pulang, dengan diberi obat anti diare. Sementara pasien yang dirawat. Kondisi mereka juga berangsur-angsur membaik.

Informasi yang didapat, sebelumnya ada 33 orang yang dilaporkan mengalami gejala keracunan. Sedangkan mereka yang masih dirawat berasal dari tiga desa, yaitu Kauman, Bolorejo dan Mojosari.

Mereka adalah Siti Jundah (53), Anik Kasiani (54), Marpongah (61) Firmansyah (6), dan Mujianah (59). Lima orang itu berasal dari Desa Mojosari, Kecamatan Kauman.

Kemudian ada tiga warga asal Desa Bolorejo, mereka adalah Marpongah (60), Wiwin (42), dan Mukim (42). Sedangkan satu-satunya warga Desa/Kecamatan Kauman yang masih dirawat adalah Nurul Laila (22). 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved