Berita Jember

Petani di Jember Keluhkan Harga Tomat Merosot, Cuaca Tak Menentu Disebut Pemicunya

Di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe misalnya, puluhan petani tomat terancam gagal panen dan merugi akibat buah tomat yang bakal dipanen membusuk.

Petani di Jember Keluhkan Harga Tomat Merosot, Cuaca Tak Menentu Disebut Pemicunya
surya/erwin wicaksono
Petani Tomat di Desa Rowosari Jember keluhkan harga tomat yang terus merosot. 

SURYA.CO.ID | JEMBER - Anomali cuaca, dan curah hujan yang tinggi di Kabupaten Jember beberapa waktu ini, tidak saja merusak tanaman petani, namun juga berdampak pada hasil produksi pertanian.

Di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe misalnya, puluhan petani tomat terancam gagal panen dan merugi akibat buah tomat yang bakal dipanen membusuk.

Hal ini disampaikan Kholit, salah satu petani tomat asal Desa Rowosari di ladangnya, Senin (5/3/2018)

Menurutnya, tingginya curah hujan membuat tanaman buah tomat disawahnya menjadi berjamur dan busuk.

“Seringnya hujan buah tomat disini menjadi busuk, Upaya penyemprotan dengan pestisida juga tidak membuahkan hasil,” terang Kholit.

Pria itu menambahkan Keadaan tersebut sangat mempengaruhi harga jual dipasaran, pasalnya harga tomat di pasaran terus merosot tajam antara Rp 2500 hingga Rp 3000 per kilogram. tentu saja petani merugi. kami sudah melakukan upaya seperti penyemprotan pestisida namun hasilnya kurang maksimal”, imbuhnya.

Hal senada disampaikan Devi (45). Menurutnya, cuaca buruk di Jember akhir akhir ini memengaruhi tanaman pertanian utamanya tomat dan cabe yang mudah mumbusuk. Bahkan bunga dan buah tomat yang masih kecil pun ikut rontok.

Lanjut Devi, dari 6.000 tanaman tomat di sawahnya, hanya dapat dipanen 4 kuintal, padahal jika cuaca bagus panen bisa sampai dua ton dengan 15 kali petik.

Dia berharap secepatnya harga tomat cepat stabil lagi agar petani tidak tambah merugi.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved