Kejari Kota Pasuruan Rampungkan Berkas Perkara Kasus Penipuan dan Penggelapan Anggota DPRD

Kasi Pidum Kejari Kota Pasuruan mengatakan berkas perkara Helmi dengan dugaan penipuan dan penggelapan itu sudah dikembalikan ke kejaksaan

Kejari Kota Pasuruan Rampungkan Berkas Perkara Kasus Penipuan dan Penggelapan Anggota DPRD
ist
Ilustrasi penipuan 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan saat ini sedang merampungkan berkas perkara kasus dugaan penipuan penggelapan yang mendudukkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan Helmi sebagai tersangka.

Dua pekan lalu, berkas perkara itu sempat dikembalikan penyidik Kejaksaan ke penyidik Satreskrim Polres Pasuruan Kota dengan catatan P-19. Kini, berkas perkara politisi partai PAN itu sudah di meja penyidik Kejaksaan.

Kasi Pidum Kejari Kota Pasuruan, Syahrir Sagir, mengatakan berkas perkara Helmi dengan dugaan penipuan dan penggelapan itu sudah dikembalikan ke kejaksaan kemarin. Kata dia, saat ini, berkas yang sudah sempat dikembalikan ke polisi itu masih dalam pemeriksaan.

"Masih kami periksa," katanya saat dihubungi Surya, Senin (5/3/2018).

Dia menjelaskan, dalam pemeriksaan sementara, ada satu berkas yang kurang. Kata dia, itu sudah disampaikan ke penyidik kepolisian dan disanggupi akan segera dilengkapi dalam jangka waktu dekat.

"Sepele sebenarnya, tapi ini penting. Jadi ada saksi dalam kasus ini. Dan saksi itu sudah tidak tinggal lagi di Pasuruan. Nah ini kami minta jaminan saksi itu bisa hadir saat persidangan. Sudah itu saja," sambungnya.

Ia menjelaskan, saksi ini sudah di BAP kepolisian. Keterangannya masuk dalam berkas perkara. Ia khawatir saat persidangan nanti yang bersangkutan atau saksi itu tidak hadir dalam persidangan. Kondisi itu jelas menghambat proses persidangan.

"Minimal ada surat jaminan yang menerangkan bahwa saksi akan hadir dalam persidangan nanti. Jadi meskipun di luar kota, dia sanggup hadir," papar dia.

Syahrir mengungkapkan kepolisian sudah menyanggupinya. Dalam jangka waktu dekat, penyidik akan menemui saksi ini dan meminta kesanggupannya hadir dalam persidangan.

"Kalau surat itu ada, berkas sudah lengkap dan akan kami terbitkan P-21. Selanjutnya, berkas akan kami limpahkan ke Pengadilan dan perkara akan segera disidangkan," bebernya.

Sekadar diketahui, Helmi itu ditetapkan tersangka sejak enam bulan yang lalu. Korps Bhayangkara menerima aduan Rina Kristiyanti terkait dengan transaksi jual beli kayu yang dilakukan dengan Helmi. Uang sudah dibayarkan, tapi hingga waktu yang dijanjikan kayu itu tak kunjung datang dan hal itu membuat geram korbannya hingga akhirnya dilaporkan ke polisi.

Selain itu, Helmi juga ditetapkan tersangka oleh Direskrimum Polda Jatim. Untuj yang di Polda, Politisi Partai PAN ini kesandung kasus penipuan pembelian mobil Mitsubishi Pajero. Korbannya adalah Hisham Ali, warga Krembangan, Surabaya. Di tahun 2014 silam, Helmi membeli mobil dan pembayarannya melalui cek . Namun saat korban hendak mencairkan, cek tersebut kosong.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved