Berita Sidoarjo

2 Minggu, Ratusan Rumah di Sidoarjo Terendam Banjir

Banjir sehari sangat merepotkan. Lalu bagaimana yang dirasakan warga Dusun Kupang Kidul,Sidoarjo, yang sudah lebih dari 2 minggu terendam banjir?

2 Minggu, Ratusan Rumah di Sidoarjo Terendam Banjir
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Seorang pelajar melintasi jalan yang terendam banjir 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Banjir sehari saja sudah sangat merepotkan. Lalu bagaimana yang dirasakan warga Dusun Kupang Kidul, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, yang sudah lebih dari dua minggu kampungnya terendam banjir?

Air dengan ketinggian sekitar 20 centimeter masih menggenang di jalan desa itu hingga Senin (5/3/2018) sore. Sementara rumah yang terendam, jumlahnya telah mencapai ratusan.

"Sawah kami juga kebanjiran," keluh sejumlah warga Kupang.

Ya, kampung yang berada di kawasan paling selatan Kabupaten Sidoarjo untuk memang sudah bertahun-tahun menjadi langganan banjir. Setiap tahun rata-rata dua kali kawasan ini dilanda banjir.

"Desember kemarin juga banjir besar di sini, malah hampir sebulan baru surut. Sekarang sudah banjir lagi," kata Abdul, seorang warga saat ditemui di sekitar lokasi banjir.

Di Kecamatan Jabon, terhitung ada empat desa yang selalu menjadi langganan banjir. yakni Desa Kupang, Semambung, Kedungrejo dan Desa Kedungpandan.

"Sekarang ini yang parah tinggal Kupang. Di Semambung ada genangan tapi tinggal sedikit. Sementara dua desa lain sudah tidak ada banjir," imbuh Syaiful, juga warga Kupang.

Kawasan ini menjadi langganan banjir karena daerah dataran rendah. Makanya, setiap kali musim penghujan, air dari beberapa sungai meluber ke sana.

"Air luberan dari sungai Bangil Tak, ditambah lagi kiriman air dari Pandaan yang masuk lewat Kedungpandan," ungkap Plt Kepala Desa Kupang, Takhiyat, Selasa sore.

Dari pendataan yang dilakukan, selain jalan desa terendam, tercatat masih ada sekitar 200 rumah warga di Desa Kupang yang kebanjiran. Sementara area pertanian, yang terendam mencapai kisaran 280 hektar dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter.

"Update kondisi banjir juga selalu kami sampaikan ke BPBD. Siang tadi, petugas BPBD juga sudah ke sini. Kami berharap, banjir yang menjadi langganan ini bisa segera diatasi," kata kades.

Banjir yang bertahan sampai dua Minggu lebih, menurutnya, karena intensitas hujan masih tinggi. Setiap kali hendak surut, hujan datang lagi dan genangan air pun kembali meningkat di sana.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved