Berita Gresik

Berawal dari Ponpes Muhammad Riyanto Menjadi Seniman Lukis dan Kaligrafi, Karyanya Disukai Pejabat

Muhammad Riyanto, pelukis asal Kota Pudak Gresik ini terus berkarnya untuk memunhi pesanan lukisan.

Berawal dari Ponpes Muhammad Riyanto Menjadi Seniman Lukis dan Kaligrafi, Karyanya Disukai Pejabat
surya/sugiyono
MELUKIS – Ariyanto melukis kaligrafi untuk dikutkan dalam pameran, Minggu (4/3/2018). 

Surya/Moch Sugiyono

MELUKIS – Ariyanto melukis kaligrafi untuk dikutkan dalam pameran, Minggu (4/3/2018).

SURYA.co.id | GRESIK –  Muhammad Riyanto, pelukis asal Kota Pudak Gresik ini terus berkarnya untuk memunhi pesanan lukisan. Baik dari pejabat pemerintahan, komisaris dan wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Bapak tiga anak ini menjalani lukisan sejak di pondok pesantren (Ponpes) Roudlotut Tholibin Islamiyah, Tambak Osowilangon, Surabaya, yang diasuh Kiai H Muhammad Bashori Mansyur, saudara ipar dari ulama sekaligus penyair asal Rembang, Kiai H Mustofa Bisri.

Kemampuan melukis terus didalami dengan belajar kaligrafi kepada Kiai H Faiz Abdur Razak, Bangil, Pasuruan selama hampir delapan tahun. Sampai akhirnya mahir dalam membuat kaligrafi dengan dipadukan lukisan.

“Hampir delapan tahun saya belajar Kaligrafi kepadpa beliau. (Kiai H Faiz Abdur Razak, red),” kata  Riyanto, yang tinggal di Perumahan Grend Sutomo, Jl Dr Sutomo, Kelurahan Tlogopatut, Gresik, Minggu (4/3/2018).

 Setelah puluhan tahun mendalami seni lukis dan kaligrafi, Riyanto anggota komunitas Galeri Seni Rupa Gresik (Gasrug) ini banjir orderan, bahkan yang pernah membeli kaligrafi buatannya mulai orang-orang besar dan pejabat.

“Seperti Direksi Semen Indonesia pernah beli, Direksi PLN, hingga Gus Ipul saat masih Wakil Gubernur Jatim juga beli. Bahkan ada sebuah rumah sakit di Surabaya yang memborong karya saya untuk di pajang di ruangan-ruangan utamanya,” kata Bapak tiga anak.

Pria kelahiran Gresik 26 Desember 1974 dan hobi melukis ini terus berkarya disela kesibukannya sebagai desainer perusahaan perhiasan di Rungkut Surabaya ini terus berkarya dan mengikuti pameran-pameran lukis dan kaligrafi. Baik yang diadakan pemerintah, komunitas lukis dan yang diadakan PT Petrokimia Gresik setiap tahunnya. Sehingga hasil karyanya bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

 “Untuk menyalurkan hobi dan mengasah keterampilan. Alhamdulillah banyak pejabat yang tertarik dan hasilnya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata bapak yang baru usia 44 tahun dengan santun.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved