Jaga Harga, Kodim 0804 Magetan akan Lakukan Operasi Penyergapan Gabah Petani

Heri menegaskan tidak benar harga gabah di Magetan dalam keadaan darurat.

Jaga Harga, Kodim 0804 Magetan akan Lakukan Operasi Penyergapan Gabah Petani
surya/sugiyono
Tim Serapan Gabah Markas Besar TNI Angkatan Darat memeriksa gudang gabah di wilayah Kecamatan Benjeng , Gresik, Kamis (8/6/2017). Di Magetan, Kodim 0804 akan lakukan Operasi Penyergapan gabah petani untuk menjaga stabilitas harga, Sabtu (3/3/2018) 

SURYA.co.id | MAGETAN - Komando Distrik Militer (Kodim) 0804 Magetan akan melakukan Operasi Penyergapan. Operasi ini merupakan istilah TNI untuk membeli gabah/beras petani, agar tidak jatuh ke tengkulak di Magetan.

Hal ini dilakukan untuk mengatrol anjloknya harga gabah petani hingga di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP) standar Pemerintah.

Komandan Kodim 0804 Magetan, Letkol Arm Heri Bayu Widiatmoko, mengatakan TNI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerjasama untuk pengawasan komoditi gabah/beras, dan masing masing Kodim beserta jajaran mendapat perintah Operasi Penyergapan itu.

"Koperasi kami siap membeli gabah petani sesuai HPP. Jadi begitu kita mendapat informasi ada harga gabah tidak sesuai HPP, kita harus sergap gabah petani itu. Ini juga untuk mengatrol harga gabah petani, dan petani tidak dirugikan," kata Heri di markas Komando Rayon Militer (Koramil) Magetan kota, Sabtu (3/3/2018).

Heri menegaskan tidak benar harga gabah di Magetan dalam keadaan darurat. Informasi harga gabah yang di bawah HPP itu hanya terjadi di segelintir wilayah saja.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan yang harga gabah petani di bawah HPP pemerintah, yaitu Kecamatan Panekan, Plaosan dan Ngariboyo, sedang wilayah lain harga gabah dengan kualitas Gabah Kering Sawah (GKS) Rp 3800/kilogram - Rp 4000/kilogram.

"Kami siapkan dana untuk "menyergap" gabah yang dihargai di bawah HPP itu. Kami juga akan teliti, penyebab merosotnya harga gabah itu, kan banyak faktor," sambungnya.

Heri menerangkan anjloknya harga gabah di sejumlah wilayah itu ada beberapa penyebab, d iantaranya kadar air gabah masih tinggi, bulir gabah kosong dan busuk karena terendam air, dan masih banyak lagi termasuk permainan tengkulak.

"Yang terpenting harga gabah rendah tidak di semua wilayah Kabupaten Magetan, kemungkinan hanya di tiga kecamatan dari 18 kecamatan yang ada. Jadi di Magetan tidak ada darurat harga gabah," tegasnya.

Sebelumnya Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jatim Ahmad Nawardi yang dikonfirmasi terkait rendahnya harga gabah jauh dibawah HPP di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan, meminta pemerintah turun mendampingi petani.

"Kalau memang harga gabah dibawah HPP sebesar Rp 4200/kilogram dengan kualitas Gabah Kering Sawah (GKS), pemerintah dari Kabupaten/Walikota, Provonsi hingga Kementerian Pertanian, harus turun mendampingi petani, agar petani tidak dirugikan," tandas Ahmad Nawardi.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved