Breaking News:

Berita Surabaya

Selain Copet, Ada Lagi Pria Dihajar di Keriuhan Aksi Bonek dan PSHT di PN Surabaya, Penyebabnya?

Seorang pria dihajar massa di tengah aksi ribuan suporter Persebaya (bonek) dan pesilat PSHT di PN Surabaya, Kamis (1/3/2018).

Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Musahadah
surya/fatkul alami
Seorang pria diamankan petugas saat ada aksi Bonek dan pesilat PSHT di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (1/3/2018) 

SURYA.co.id I SURABAYA – Seorang pria dihajar massa di tengah aksi ribuan suporter Persebaya (bonek) dan pesilat PSHT di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (1/3/2018).

Pria ini ternyata seorang copet yang mau beraksi di tengah keriuhan massa.

Beruntung, aksi massa itu langsung diketahui petugas sehingga pria berambut gondrong itu pun diamankan polisi.

Kabagops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang S Wibowo yang dikonfirmasi soal kejadian tersebut membenarkan, seorang pria yang dihajar massa itu merupakan copet.

“Iya, copet HP. Dia akhirnya diamankan petugas untuk proses tindak lanjut,” sebut Bambang menjawab Surya.co.id, Kamis (1/2/2018).

Bambang belum tahu identitas lengkap pria yang dihajar massa dan diamankan lantaran aksi nekatnya mencopet HP di tengah ribuan massa.

Kapolsek Sawahan Surabaya, Kompol Dwi Eko mengaku, masih melakukan cek lapangan dan anggota terkait dengan adanya pria yang diamankan lantaran aksi mencopet di depan Pengadilan Surabaya Jl Arjuno itu.

Baca: Copet di Antara Ribuan Suporter Bonek di PN Surabaya, Begini Nasibnya setelah Ketahuan

Selain aksi pria yang ketahuan mencopet HP, juga ada kejadian seorang pria yang dihajar di Jl Lawu. Belum diketahui lantaran apa pria nahas ini dihajar dan mengalami luka-luka dan di dibawa polisi menggunakan sepeda motor.

“Kalau yang diamankan ke Polsek (Sawahan) belum ada, tapi saya masih cek ke anggota. Tadi kebetulan saya berada di ring satu (depan gedung PN Surabaya),” tutur Dewi Eko.

Seperti diketahui, selain ribuan suporter Bonek, area PN Surabaya juga didatangi ribuan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT).

Mereka akan mengikuti jalannya persidangan kasus ujaran kebencian melalui media sosial (medsos) dengan terdakwa, dedengkot Bonek, Jonerly Simanjuntak.

Jonerly didakwa melakukan menyebarkan ujaran kebencian melalui medsos.

Akibatnya terjadi bentrokan bonek dengan pesilat, pada Oktober 2017 lalu.

Dalam peristiwa itu, dua orang pesilat tewas.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved