Berita Surabaya

Kampung Parikan Moro Krembangan: Hiasan Tokoh Ludruk dan Tipografi Parikan bikin Warga Terhibur

Ada yang unik saat peluncuran Kampung Parikan di Kampung Bosem, Kelurahan Moro Krembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Kamis (1/3/2018) sore.

Kampung Parikan Moro Krembangan:  Hiasan Tokoh Ludruk dan  Tipografi Parikan bikin Warga Terhibur
surya/nuraini faiq
Warga Kampung Bosem di Kelurahan Moro Krembangan, Kecamatan Krembangan, saat menyaksikan hiasan Kampung Parikan, Kamis (1/3/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Ada yang unik saat peluncuran Kampung Parikan di Kampung Bosem, Kelurahan Moro Krembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Kamis (1/3/2018) sore.

Di ujung kampung sudah disapa Parikan lucu.

Sambel tempe lalap Pete

Lali rupane eleng rasane ...

Parikan atau pantun ini sudah menyapa di muka kampung. Kampung berada di sepanjang Bosem (waduk) ini kini disulap jadi Kampung warna-warni berhias Parikan. 

Parikan itu dituangkan dalam Tipografi di dinding pos kamling. Di mulut gang itu, tulisan Parikan bercat indah itu tidak saja bikin geli tapi juga mempercantik hiasan kampung. Sebab ditulis indah dan mencolok. 

 Ida Maulida, seorang warga RT 06 Moro Krembangan mengaku senang dan terhibur dengan hiasan Parikan di banyak dinding kampung. "Lucu dan mendidik," ucap Ida. 

Tidak hanya parikan, rumah-rumah warga juga dicat cantik berhias parikan. Ada puluhan mural khas Suroboyo, tokoh ludruk, hingga deretan tipografi parikan di kampung berlokasi di sepanjang Bosem Surabaya itu. 

Erwin Poedjiono, tim kreatif sekaligus kreator Kampung Parikan Surabaya menyebutkan bahwa kampung unik itu diinisiasi oleh lembaga Hot Line Surabaya. "Ada 30 Parikan dan mural," katanya.

Sejumlah warga menuangkan iden ke dalam tipografi parikan, Kamis (1/3/2018).
Sejumlah warga menuangkan iden ke dalam tipografi parikan, Kamis (1/3/2018). (surya/nuraini faiq)

Kamis sore tadi Kampung Parikan itu diresmikan. Sayang, Wali Kota Tri Rismharini tidak jadi meresmikannya dan diwakilkan Kepala Dinas Pariwisata. Ini semacam kampung budaya pertama di Surabaya. 

Erwin menyebut bahwa kampung itu bisa mejadi cikal bakal museum budaya khas Suroboyo. Nantinya kampung ini akan menjadi pelestari budaya khas Suroboyo. Akan ada pembelajaran untuk generasi muda dan anak-anak. 

Tidak hanya deretan rumah yang dindingnya dihiasi parikan. Salah satu dinding rumah warga juga behias tokoh ludruk legendaris. Yakni Cak Bambang Gentolet, Cak Markeso, dan Cak Momon. 

Diakui bahwa saat ini anak muda dan anak-anak di kampung tidak tahu siapa itu Bambang Gentolet. Mereka juga tak bisa membuat parikan. Di kampung unik ini akan diajari khusus membuat parikan.

 Tiga tokoh sentra ludruk Suroboyo itu kini diabadikan menjadi ikon Kampung Parikan.

"Kami menjadi tertantang untuk melestarikan budaya Suroboyo," kata Suyadi, tokoh budaya Kampung Bosem.

Parikan yang menjadi ciri khas Suroboyo akan mendapat tempat khusus dalam pembinaaan budaya. Puluhan Parikan itu kini menghiasi setiap sudut kampung Bosem. 

Namun, parikan yang tertera harus menghibur tapi ada unsur mendidik.

Berikut sejumlah parikan itu: 

Mlaku mlaku tuku paku  

Mampir pasar tuku tumbar

Yen konco nggoleki aku

Yo iki omahe di kembar 

Tuku celono nang Cak Bowo 

Tukune tekan Persia 

Sing rukun Cino Jowo 

Kerono kita Indonesia ..

Dalam pembukaan Kampung Parikan sore tadi diawali denga perpaduan barongsai dan dorong tokoh punakawan Gareng Petruk semar. Ini menandakan Cino Jowo rukun.

Sementara itu, para pemuda kreatif kampung itu sore tadi juga dilibatkan dalam menuntaskan mural dan tipografi. Warga mengaku senang kampungnya bersih dan terdidik.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved