Bawang Putih dan Beras Jadi Penyumbang Utama Inflasi Jatim per Februari

bawang putih dan beras menjadi penyumbang utama inflasi di Jawa Timur pada Bulan Februari 2018

Bawang Putih dan Beras Jadi Penyumbang Utama Inflasi Jatim per Februari
surya/fatimatuz zahroh
Operasi pasar bawang putih di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS), Kamis (8/6/2017). Pada Februari 2018, bawang putih dan beras menjadi penyumbang inflasi Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Harga dua komoditas dari kelompok makanan, yaitu bawang putih dan beras menjadi penyumbang utama inflasi di Jawa Timur pada Bulan Februari 2018 yang mencapai 0,16 persen.

Angka itu turun signifikan dibandingkan bulan Januari 2018 yang mencapai 0,60 persen.

Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Jawa Timur, Teguh Pramono mengatakan bawang putih mengalami kenaikan harga hingga 32,56 persen selama bulan Februari 2018.

Belum dibukanya keran impor bawang putih sejak awal tahun ini membuat pasokan bawang putih hanya mengandalkan pasokan dari dalam negeri. Sedangkan produksi di bawang putih sendiri juga berkurang disebabkan faktor cuaca yang terus menerus hujan.

”Hal ini mengakibatkan harga bawang putih terus merangkak naik,” kata Teguh saat memberikan Berita Resmi Statistik terkait inflasi di Surabaya, Kamis (1/3/2018).

Sedangkan untuk beras, meskipun di akhir Februari mengalami sedikit penurunan, namun secara umum rata-rata harga beras masih lebih tinggi dibandingkan Bulan Januari. Penyebab belum turunnya harga beras dikarenakan belum adanya panen besar di Bulan Februari.

Ilustrasi beras di pasar tradisional.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. (surabaya.tribunnews.com/ahmad amru muiz)

Selain komoditas pendorong inflasi, beberapa komoditas menjadi penghambat terjadinya inflasi.

”Komoditas tersebut adalah telur ayam ras, tarif angkutan udara dan daging ayam ras,” kata Teguh.

Melimpahnya stok telur ayam ras di bulan Februari membuat harganya mengalami penurunan. Walaupun terjadi kenaikan permintaan menjelang Imlek, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap harganya.

Hal yang sama juga terjadi pada komoditas daging ayam ras, di mana pasokannya cukup melimpah di pasar. Sementara harga tiket angkutan udara mengalami penurunan setelah melewati peak season di Bulan Desember dan Januari.

Teguh menuturkan, dari delapan kota IHK di Jatim, semuanya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi ada di Kota Probolinggo yang mencapai 0,31 persen. Sedangkan yang terendah terjadi di Kabupaten Sumenep yaitu sebesar 0,08 persen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved