Maksimalkan Pajak, Banyuwangi Pasang Ratusan Termal Printer di Dunia Usaha

Konsumen diharapkan untuk selalu meminta struk pembelian agar bisa tercantum di server induk Bapenda.

Maksimalkan Pajak, Banyuwangi Pasang Ratusan Termal Printer di Dunia Usaha
surya/haorrahman
Kepala Bapenda Banyuwangi, Nafiul Huda. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi memasang termal printer kasir di berbagai tempat untuk mengoptimalkan pajak. Terdapat 177 termal yang dipasang di beberapa lokasi, seperti hotel, restaurant, dan tempat-tempat wisata lainnya.

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi, Nafiul Huda, mengatakan alat ini untuk mencegah kebocoran pajak.

"Di setiap transaksi, bukti pembayaran (struk) langsung terkoneksi dengan server di Bapenda. Sehingga tertera berapa jumlah pajak yang harus dibayarkan wajib pajak," kata Huda, ditemui di sela gathering bersama wajib pajak, di Pendopo Banyuwangi, Rabu (28/2/2018).

Karena itu, menurut Huda, konsumen diharapkan untuk selalu meminta struk pembelian agar bisa tercantum di server induk Bapenda.

"Kami harap agar konsumen selalu minta struk saat melakukan transaksi," kata Huda.

Sedangkan untuk wajib pajak, menurut Huda, Banyuwangi telah menerapkan E-PAD (Pendapatan Asli Daerah). Lewat aplikasi integrasi pajak ini, wajib pajak bisa membayar pajaknya dengan mudah dan cepat, cukup dari telepon seluler.

E-PAD dibuat untuk mempermudah warga dalam membayar pajak. Ini juga sebagai bentuk komitmen daerah dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di segala lini.

"Selain itu juga untuk menggalakkan gerakan non tunai di Banyuwangi," kata pria asli Banyuwangi itu.

Penggunaan E-PAD juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penerimaan pajak, karena semuanya telah tersistem maka penerimaan pajaknya juga dapat dilihat laporannya secara real time.

Aplikasi E-PAD ini dapat digunakan untuk membayar berbaga jenis pajak dan retribusi daerah. Ada 11 jenis pajak yang bisa dibayarkan, di antaranya pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, dan lainnya.

Sistem ini sekaligus mengintegrasikan daftar wajib pajak yang selama ini tagihannya masih terpisah-pisah. Namun, dengan aplikasi baru ini, semua kewajiban pajak seseorang terhimpun menjadi satu. Bahkan riwayat pembayaran pajak sebelumnya juga bisa terlihat.

Dengan penerapan termal dan e-PAD, menurut Huda terbukti efektif. Dalam kurun dua bulan, Januari hingga Februari tahun ini, pajak yang masuk mencapai Rp1 miliar. Ini lebih baik dibandingkan pada tahun lalu di periode sama, yang mencapai Rp700-800 juta.

Menurut Huda tahun ini, target pajak mencapai Rp 527 miliar. Meningkat dari tahun sebelumnya Rp460 miliar.

Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved