Ke Gereja Mawar Sharon Surabaya, Khofifah Ajak Pemuka Agama Tingkatkan Kepedulian Sosial

"Kami ingin saling membangun kesepahaman pemikiran berbangsa dan bernegara," kata Khofifah.

Ke Gereja Mawar Sharon Surabaya, Khofifah Ajak Pemuka Agama Tingkatkan Kepedulian Sosial
surya/fatimatuz zahro
Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa bersaa Arumi Bachsin, istri Cawagub Emil Elestianto Dardak bersama pimpinan Gereja Mawar Sharon, Jalan Raya Sukomanunggal, Ruko Satelit Town Square, Rabu (28/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali melakukan sowan ke tokoh lintas agama.

Setelah beberapa waktu lalu Khofifah dan tim menyambangi Keuskupan Kantor Gereja Ketedral di Jalan Polisi Istimewa, hari ini, Rabu (28/2/2018), Khofifah giliran bertemu dengan pendeta di Gereja Mawar Sharon Jalan Raya Sukomanunggal, Ruko Satelit Town Square.

Tidak sendirian, sowan kali ini Khofifah juga didampingi oleh istri calon wakil gubernur pasangannya, Arumi Bachsin, beserta juga bersama Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil M Roziqi dan juga Juru Bicara Tim Pemenangan Khofifah-Emil KH Zahrul Azhar Asad atau yang akrab disapa Gus Hans.

Usai berdialog sekitar satu jam secara internal di sekretariat gereja bersama tokoh petinggi gereja, Khofifah mengatakan bahwa kedatangan mereka kali ini adalah bentuk perluasan silaturahmi.

"Kami ingin saling membangun kesepahaman pemikiran berbangsa dan bernegara," kata Khofifah.

Menurutnya, pertemuan dengan pengurus gereja ini bukan semata-mata terkait Pilkada 2018 Jatim. Melainkan ikut menyamakan pemikiran dan kesepahaman bahwa menjaga bangsa dan negara adalah tanggung jawab semua pihak, terutama religious leader atau pemuka agama.

"Dan beliau, Bapak Pendeta Samuel Handoko Mulyanto pimpinan Sinode Geraja Mawar Sharon, beliau termasuk yang memiliki ruang untuk berkontribusi efektif bagaimana membangun kerukunan, harmoni serta guyub rukun di semua proses kehidupan apapun," sambungnya.

Menurutnya, komunikasi dan interaksi di masyarakat Jawa Timur terutama pemuka agama harus terbangun dan terkondisi. Termasuk meyakini bahwa kesepahaman antarsesama adalah bagian dari kesatuan langkah.

Sementara itu, Pendeta Samuel Handoko Mulyanto mengatakan dalam pertemuan itu Khofifah memberikan gambaran apa saja PR yang harus dilakukan menghadapi masalah sosial di Jatim.

"Beliau sampaikan data-data masalah sosial di Jatim, seperti data inses yang tinggi dan kehamilan yang tidak diinginkan. Ada banyak panti yang harus diperhatikan dan ditolong. Masalah itu seperti membuka mata kami, tentang masalah-masalah sosial yang harusnya diperhatikan bersama," imbuh Samuel.

Menurutnya, langkah Khofifah yang menggaet banyak elemen lintas agama untuk berdiskusi adalah langkah yang baik dan positif.

Saat ditanya menerima pasangan calon ini mencerminkan dukungan, Samuel menegaskan hal tersebut tidak benar.

"Kami tentunya mendoakan Pilkada bisa berjalan baik, namun kami secara organisasi gereja, pilihan jemaat adalah urusan mereka. Kami hanya mendukung warga negara yang baik dan jangan sampai golput," tegasnya.

Sementara itu politisi Partai Nasdem Vinsensius Awey mengatakan kegiatan pertemuan ini bukan kampanye. Hanya sowan dan silaturahmi.

"Tidak ada muatan kampanye. Saya juga hanya menemani Ibu Khofifah untuk silaturahmi dengan pendeta, dan ini adalah langkah positif dalam menjaga kerukunan beragama," ucap politisi Partai Nasdem yang juga anggota DPRD Kota Surabaya ini. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved