Citizen Reporter

Jangan Malu Gunakan Bahasa Ibu

Waduh... bahasa daerah sudah mulai kehilangan penuturnya. Bahasa ibu yang kebanyakan adalah bahasa daerah dianggap tidak bergengsi.

Editor: Endah Imawati
Jangan Malu Gunakan Bahasa Ibu
pixabay.com

Tidak banyak yang tahu pada 21 Februari lalu merupakan Hari Bahasa Ibu Internasional. Hari itu berasal dari pengakuan internasioanal terhadap hari gerakan bahasa yang dirayakan di Bangladesh.

Hari Bahasa Ibu Internasioanl adalah peringatan tahunan yang diselenggarakan di seluruh dunia pada 21 Februari. Sejak 18 tahun lalu peringatan bahasa ibu dirayakan untuk mempromosikan perdamaian, kesadaran linguistik, keaneragaman budaya, dan multibahasa.

Mengapa bahasa ibu bukan bahasa bapak? Seorang ibu adalah yang mengandung selama 9 bulan dan yang melahirkan. Selama itu anak mengerti kesedihan atau kebahagian seorang ibu.

Dalam Islam, ketika hamil seorang ibu harus sering membaca Alquran supaya anak mendengar apa yang dibaca seorang ibu. Manfaatnya supaya anak karakternya stabil dan menjadi orang yang saleh.

Mendengarkan lagu ketika anak dalam kandungan supaya menjadi anak yang cerdas. Ibu ketika hamil di anjurkan berbicara yang halus supaya anaknya menjadi pribadi yang baik.

Setelah melahirkan, yang pertama dijumpai adalah ibu. Kesehariannya ketika bermaian paling banyak waktu juga dengan ibu.

Bahasa ibu merupakan bahasa pertama yang dikenal seseorang. Mereka yang tinggal dan biasa menggunakan bahasa daerah biasanya memiliki bahasa ibu bahasa daerah.

Meskipun sejak kecil menggunakan bahasa ibu, belum tentu ketika remaja atau dewasa mereka tetap menguasai dan menggunakannya.

Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris kini mulai menggeser peran bahasa ibu. Di sekolah, pelajaran bahasa daerah mulai sedikit peminatnya.

Anak desa saja jarang ada yang memakai bahasa daerah karena takut dikatakan ketinggalan. Karena menjaga gengsi yang seperti itu, hilanglah bahasa daerah yang dulu yang sangat dibanggakan.

Dengan menggunakan bahasa daerah, biasanya anak lebih bersikap sopan kepada orang yang lebih tua karena dalam bahasa daerah ada pilihan kata yang harus digunakan.

Dalam bahasa Jawa, contoh sikap sopan itu terwujud ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, maka harus menggunakan bahasa Jawa krama atau krama inggil. Jika mengobrol dengan teman sebaya menggunakan bahasa Jawa ngoko. Semua sudah diatur sesuai dengan kebutuhan.

Bahasa daerah itu menjadi ciri khas. Sudah sepantasnya dipertahankan meskipun penggunaannya tidak terlalu sering. Mempertahankan bahasa daerah berarti menghormati budaya.

Nikmatul Izah
Perum Greenland, Martopuro, Purwosari

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved