Berita Surabaya

Dari Belanda, Orang-orang ini Ziarahi Nenek Moyang ke Makam Kembang Kuning Surabaya

Makam Ereveld Kembang Kuning Surabaya Selasa (27/2/2018) siang mendadak ramai pengunjung dari Belanda yang ingin menziarahi leluhur mereka.

Dari Belanda, Orang-orang ini Ziarahi Nenek Moyang ke Makam Kembang Kuning Surabaya
facebook.com/SURYAonline
Sejumlah warga Belanda saat ziarah ke makam lelhur mereka di Kembang Kuning, Surabay, Selasa (27/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Makam Ereveld Kembang Kuning Surabaya Selasa (27/2/2018) siang mendadak ramai pengunjung. 

Sebagian besar pengunjung berwajah bule.

Mereka datang dari Belanda dengan maksud berziarah ke makam leluhur mereka, tentara KNIL yang meninggal dalam pertempuran di laut Jawa.

Sejumlah keluarga mengaku kakek dan ayah mereka meninggal di dalam kapal HMS De Ruyter, HMS Kortenaer, dan HMS Java serta kapal lainnya.

Selain peziarah Belanda, ada juga peziarah yang datang dari Jakarta.

Barnece Sofia Kalalo (78) salah satunya mengaku hadir untuk mengunjungi sang papi, Jusuf Zebedius Kalalo yang meninggal 4 Maret 1944 silam.

"Ternyata papi saya tidak karam di laut, jasadnya ditolong seorang temannya di bawa ke ambon. Kemarin November 2017 beliau dipindahkan dari Ambon ke makam sini," katanya sambil memegang nisan sang almarhum Papi yang tak pernah ia temui sejak umur 4 tahun.

Rob Swartbol, Duta Besar Kerajaan Belanda ikut serta hadir dalam acara ziarah yang mereka selenggarakan. Menurutnya setiap tahun di bulan Februari, mereka selalu adakan kunjungan ke makam tentara Belanda di Indonesia. Tahun ini adalah tahun ke 75 kali kunjungan mereka.

"Ada 7 makam serupa, dan Ereveld di Surabaya ini menjadi salah satu yang besar. Di sini dimakamkan sekitar 950 orang, tak hanya militer namun juga masyarakat umum yang tewas dalam peperangan," tuturnya.

Rob menjelaskan, kehadiran keluarga almarhum ke pemakaman ini adalah tanda bahwa setiap generasi penerus akan terus mengingat buruknya sebuah peperangan.

"Kami tidak hanya melihat keburukan di masa lalu tapi juga melihat masa depan," tambahnya.

Rob juga sempat komentar terkait 3 bangkai kapal perang Belanda yang hilang di Laut Jawa. Pihak mereka sangat menyayangkan atas hal itu.

"Ini jadi isu hangat, 3 kapal Belanda di laut Jawa hilang diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kita tidak hanya memikirkan kapal ini hilang, namun banyak yang meninggal di dalamnya sebagian besar adalah orang Indonesia juga," ungkapnya dengan raut wajah sedih.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved