Breaking News:

Berita Madiun

Molor Beberapa Kali, Jalan Tol Ngawi-Kertosono akan Diresmikan Maret 2018

Jalan Tol Ngawi-Kertosono yang dikerjakan PT Ngawi Kertosono Jaya akan diresmikan pada awal Maret 2018.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Titis Jati Permata
surya/m taufik
Jalan tol Kertosono-Ngawi yang masih belum selesai dikerjakan 

SURYA.co.id | MADIUN - Jalan Tol Ngawi-Kertosono yang dikerjakan PT Ngawi Kertosono Jaya akan diresmikan pada awal Maret 2018.

Padahal, tol sepanjang 49,50 kilometer ini ditargetkan selesai Agustus 2017.

"Rencananya di bulan Maret, saat ini tahap uji laik operasi dilapangan (Tim Dishub Darat, Korlantas, Bina Marga, BPJT ) dan sedang melengkapi/memperbaiki beberapa temuannya seperti tambahan guard rail, rambu, pagar ROW untuk memperoleh sertifikat laik operasi sebagai syarat operasi," kata Direktur Utama PT NKJ Iwan Moedyarno saat dihubungi, Senin (26/2/2018).

PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang menjadi pelaksana proyek bahkan telah melakukan lima kali perpanjangan kontrak.

Sebelumnya, Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, menyampaikan kendala utama molornya pengerjaan Tol Ngawi-Kertosono karena masalah pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan overpass.

Iwan menuturkan, saat ini pembebasan lahan untuk kebutuhan pembangunan overpass sedang berlangsungm

"Pembebasan lahan sedang berlangsung tinggal beberapa bidang lagi dan simultan kita kerjakan pada lahan yang sudah bebas dengan catatan tidak mengganggu main road apabila dioperasikan dan masyarakat sekitar tetap dapat melakukan perjalanan crossing jalan tol, sementara melalui pengalihan jalan," kata Iwan.

Sementara itu ruko di pertigaan Dumpil, Desa Bagi, Kecamatan Madiun yang sempat menghambat pembangunan jalan menuju Gerbang Tol Madiun kini sudah mulai dibongkar.

Iwan menambahkan, saat ini sudah tidak ada lagi pekerjaan untuk proyek (elevated) ataupun pekerjaan struktur jembatan yang dikerjakan PT NKJ.

"Proyek kami sudah tidak ada pekerjaan struktur lagi yang masuk dalam katagori elevated ataupun pekerjaan struktur jembatan," katanya.

Untuk diketahui, Kementerian PUPR menyetop sementara pekerjaan untuk proyek-proyek melayang (elevated) karena banyak terjadi kecelakaan konstruksi, dan yang terakhir robohnya kepala tiang Tol Becakayu.

Saat ini ada 36 proyek elevated yang sedang menunggu dievaluasi Komite Keselamatan Konstruksi (KKK).

Dari 36 proyek tersebut, satu di antaranya Jalan Tol Ngawi-Kertosono oleh PT Ngawi Kertosono Jaya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved