Berita Surabaya

Dua Pasangan Suami Istri Muda di Surabaya Digrebek Bareng di Kamar Kos. Ini Penyebabnya

Dua pasangan suami istri muda di Surabaya kena Grebek Polisi di dalam kamar kos mereka. Apa yang mereka lakukan? baca di sini...

Dua Pasangan Suami Istri Muda di Surabaya Digrebek Bareng di Kamar Kos. Ini Penyebabnya
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Dua pasangan suami istri yang kedpatan memiliki sabu diamankan di Mapolsek Sawahan Surabaya, Senin (26/2/3018). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Dua pasangan suami istri (Pasutri) muda di Surabaya digerebek Unit Satreskrim Polsek Sawahan lantaran kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Kedua pasutri yang kini dijebloskan sel tahanan Polsek Sawahan itu adalalah pasangan Arga (22) dan Alda (18) serta pasangan M Haldah (22) dan Chusnul (18).

Kedua pasutri itu digerebek di kamar kosnya Jl Kupang Krajan Surabaya, Sabtu (24/2/2018). Mereka digerebek usai bertransaksi dan menerima sabu dari seorang bandar yang kini masih dikejar Unit Reskrim Polsek Sawahan. Dari kedua pasutri itu, polisi mengamankan sabu seberat 15 gram lebih.

“Kedua pasutri ini hanya menunggu pesanan di kos, karena sang bandar yang menyediakan dan mengantar sabu yang dipesan pelaku. Kedua pasutri ini diduga pengedar sekaligus pemakai,” sebut Kapolsek Sawahan, Kompol Dwi Eko, Senin (26/2/2018).

Penggrerebekan dua pasutri ini berawal dari informasi bahwa kedua kerap melakukan transaksi sekaligus nyabu bareng di kamar kos. Setelah diselidiki, ternyata informasi tersebut benar dan polisi pun mendatangi kos pelaku dan dilakukan penggerebekan.

“Saat kami grebek, kedua pasutri ini akan menggelar pesta sabu,” tutur Dwi Eko.

Selain mengerebek kamar kos, polisi juga melakukan penggeledahan. Pertama menggeledah badan dan kamar Arga dan Alda. Hasilnya ditemukukan dompet warna cokelat berisi dua bungkus plastik kecil dengan sabu 6,55 gram, amplop kecil isi lima bungkus plastik kecil dengan sabu 2,26 gram, dompet warna oranye isi uang Rp 2,1 juta.

Polisi juga menemukan satu timbangan elektrik, seperangkat alat hisap, dua korek api dan beberapa bungkus plastik bekas bungkus sabu.

Sedang penggeledahan di M Hadah, polisi menemukan 9 bungkus plastik kecil isi sabu 7,10 gram, sedotan plastik, serta satu pack bungkus plastik klip.

“Kami juga menemukan satu bungkus pil dobel L isi 1.000 butir yang disembunyikan di kamar pelaku (M Hadah),” cetus Dwi Eko.

Dari hasil penyidikan yang sudah dilakukan, pasutri ini mengaku hanya pemakai yang baru dilakukan lima bulan. Tapi, polisi tidak percaya lantaran dari kamar kos kedua pasutri itu ditemukan timbangan elektrik dan juga beberapa bungkus plastik klip kecil bungkus sabu.

“Biasa lah, kalau sudah tertangkap ngakunya Cuma pemakai dan baru dilakukan. Kami masih mengembangkan kasus ini, termasuk memburu penyuplai sabu,” beber Dwi Budi.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved