Luncurkan Aplikasi YAP!, BNI Bidik 5 Juta Transaksi Non-Tunai Lewat Smartphone

"YAP! menjadi yang pertama dengan menggunakan tiga sumber dana," kata Muhammad Jufri.

surya/sri handi lestari
Muhammad Jufri, Pemimpin BNI Wilayah Surabaya (kanan) bersama Deputi Kepala Perwakilan Bidang Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Yudi Harymukti, saat menunjukkan transaksi dengan aplikasi YAP! disela kegiatan YAP! Fest di Surabaya, Sabtu (24/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terus agresif melakukan penetrasi ke pasar terkait layanan aplikasi smartphone Your All Payment (YAP!). Setelah dilaunching di Jakarta kemudian dikenalkan lewat kegiatan YAP! Fest pada awal Februari 2018 lalu, giliran Surabaya menjadi tempat kegiatan YAP! Fest, mulai Sabtu (24/2/2018).

"Aplikasi YAP! ini, adalah alat pembayaran untuk transaksi non-tunai (cashless) dan tanpa menunjukkan kartu debit atau kredit -nya (cardless). YAP! menjadi yang pertama dengan menggunakan tiga sumber dana, yaitu kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik BNI (UnikQu) sesuai pilihan pengguna saat bertransaksi," kata Muhammad Jufri, Pemimpin BNI Wilayah Surabaya, disela pembukaan YAP! Fest di parkir timur Plaza Surabaya, Sabtu (24/2/2018).

Dengan itu, semua pengguna smartphone dapat dengan mudah menggunakan YAP! dengan sumber dana uang elektronik UnikQu. Sedangkan pengguna yang sudah menjadi nasabah BNI dapat menambahkan semua kartu debit dan kartu kredit sebagai sumber dana.

Muhammad Jufri menambahkan pihaknya menargetkan pengguna aplikasi YAP! bisa mencapai lebih dari 5 juta. Target itu optimistis tercapai dengan banyaknya tenant yang terus digandeng untuk bisa menerima pembayaran melalui YAP! tersebut.

"Saat ini ada sekitar 8.000 hingga 10.000 merchant. Target sebenarnya sebanyak-banyaknya. Karena kami sudah punya Tap-cash, yang sudah penetrasi ke semua segmen," jelasnya.

Dalam kegiatan di Surabaya itu, hadir wakil dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur dan Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 Jawa Timur.

Deputi Kepala Perwakilan Bidang Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Yudi Harymukti, menambahkan pihaknya menyambut baik peluncuran aplikasi YAP! ini.

"Penggunaan aplikasi untuk pembayaran non-tunai ini akan lebih efisien dan terkontrol bagi bank," ungkap Yudi.

Inisiatif seperti yang dilakukan BNI melalui YAP! ini dirasa juga akan memberi dorongan untuk meningkatkan jumlah penggunaan pembayaran non-tunai pada transaksi ritel.

Saat ini Indonesia masih berada dalam urutan terbawah di wilayah kawasan ASEAN untuk penggunaan pembayaran non-tunai pada transaksi ritel. Menurut data BI, lebih dari 99,4 persen.

Pembayaran transaksi ritel di Indonesia masih menggunakan uang tunai. Sementara di negara tetangga seperti Singapura, nilainya jauh lebih kecil, sekitar 65,5 persen, sedangkan di Malaysia 92,5 persen dan Thailand 97 persen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved