Anggi Saputra, Mantan Atlet Lari Lamongan, Sekarang Begini Nasibnya
"Satu keinginan saya dapat lisensi kepelatihan. Lamongan banyak potensi atlet lari, dan saya ingin memberikan pengalaman saya ini," ungkapnya.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | LAMONGAN - Saat berjaya dielu-elukan, namun usai pensiun ditinggalkan. Mungkin itu jadi gambaran sebagian besar mantan atlet, termasuk Anggi Saputra (23) dari Lamongan.
Anggi merupakan mantan atlet lari marathon yang membawa nama Kabupaten Lamongan di berbagai even lomba lari baik nasional maupun internasional. Kini, Anggi harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan, seolah jasanya yang sudah mengharumkan daerahnya tak dihargai lagi.
Idealnya, Anggi sudah menikmati hidup yang layak, yang sepadan dengan prestasi yang pernah diukirnya. Namun faktanya, Anggi kini menempati bangunan rumah mungil semi permanen dan tinggal berdua bersama sang ayah yang sudah lanjut usia di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos), Kelurahan Banaran, Babat, Lamongan.
Saat Surya berkunjung ke rumahnya, Selasa (20/2/2018), keadaannya sangat mengharukan. Ruang tamu rumahnya sekaligus menjadi tempat tidurnya, meski sejumlah tropi piala dan deretan medali terpajang megah di dinding.
"Ini semua (tropi dan medali) mewakili Lamongan," kata Anggi.
Anggi menuturkan sejak 3 SMP dirinya sudah tergabung di atlet lari yang mewakili Kabupaten Lamongan di setiap even perlombaan lari. Salah satu prestasi anggi saat tergabung di atlet Porprov, diantaranya pernah meraih medali emas lomba lari gawang pada event Jatim Open 2010.
Dia juga pernah meraih juara 1 lari 10 kilometer di ajang Internasional Trail Run Ijen 2015. Dari prestasinya tersebut Anggi mampu membiayai kuliah sendiri hingga lulus tahun kemarin.
Sejak memasuki bangku kuliah dia lebih semangat dan termotivasi untuk meningkatkan prestasinya. Hampir setiap event lomba lari baik tingkat nasional maupun internasional, mereka pernah ikuti meski dengan biaya sendiri.
Kini Anggi ingin menurunkan pengalamannya ini kepada calon-calon atlet lari Lamongan. Ia tengah berupaya mendapatkan lisensi Pelatih Lari tingkat Nasional namun terkendala biaya.
Anggi sendiri mengaku sedang mengumpulkan biaya dari hasil mengajar sebagai guru olahraga di SMA Muhammadiyah 1 Babat.
"Satu keinginan saya bisa daftar dan mengikuti ujian untuk mengambil lisensi kepelatihan tingkat 1 nasional di Kediri. Lamongan memiliki banyak potensi atlet lari, dan saya ingin memberikan pengalaman saya ini," ungkapnya.