Breaking News:

Berita Lamongan

Oknum Kepala SMK di Lamongan Cabul Dituntut 15 Tahun Penjara, 3 Alasan ini Meringankan

AH (33), oknum kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di daerah Sebalong, Kecamatan Lamongan dituntut 15 tahun penjara.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Musahadah
surya/hanif manshuri
Terdakwa AH saat pertama diperiksa di Kejari Lamongan, Kamis (21/12/2017) 

SURYA.co.id I LAMONGAN - AH (33), oknum kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di daerah Sebalong, Kecamatan Lamongan dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andika Nugraha T, Kamis (22/2/2018).

Tuntutan itu dibacakan dalam sidang tertutup dipimpin hakim Nova Flory Bunda yang juga Ketua Pengadilan Negeri Lamongan.

Tuntutan tinggi lantaran pelaku seorang pendidik, alias guru.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lamongan, Adhi Setyo Prabowo dikonfirmasi mengakui tuntutan tersebut. 

"Dituntut dan dibacakan hari ini tadi dengan tuntutan 15 tahun penjara," kata Adhi.

Menurut Adhi, tuntutan itu lebih ringan dibandingkan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Hal itu disebabkan karena terdakwa belum pernah dihukum dan mengakui perbuatannya

"Juga menyesali semua perbuatannya," ungkat Adhi.

Di perkara ini, terdakwa dijerat pasal 81 ayat (3) jo pasal 76 D Undang -Undang RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Selain dituntut 15 tahun penjara, terdakwa juga dituntut denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan penjara.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved