Liputan Khusus

Kaum Ibu Berpotensi Jadi Carrier Difteri, Ini Penjelasannya

Bakteri itu juga bisa mengendap di tubuh orang yang menunjukkan gejala sakit. Mereka ini disebut carrier.

Kaum Ibu Berpotensi Jadi Carrier Difteri, Ini Penjelasannya
surya/ahmad zaimul haq
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin difteri pada siswa saat gerakan imunisasi difteri di SD Kaliasin 1 Surabaya, Senin (5/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wabah penyebaran kuman penyebab difteri tak cuma lewat orang-orang yang sakit.

Bakteri itu juga bisa mengendap di tubuh orang yang menunjukkan gejala sakit. Mereka ini disebut carrier.

Menurut Kabid Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Jawa Timur Ansarul Fahruda, carrier umumnya diidap para ibu-ibu.

Mereka berpotensi menyebarkan bakteri penyebab difteri kepada orang lain yang belum diimunisasi atau anak yang imunisasinya belum lengkap.

Berdasarkan data, cakupan Outbreak Response Immunization (ORI) difteri di Jawa Timur masih tergolong rendah hingga 17 Februari 2018.

Baru empat daerah yang cakupannya di atas 54 persen, yakni Tulungagung (59.17 persen), Kota Mojokerto (46,56 persen), Kota Pasuruan, (56,39 persen) dan Kediri (54,40 persen).

Sementara itu, ada lima daerah yang cakupan ORI difteri di bawah 10 persen, yaitu Magetan (8,65 persen), Probolinggo (6,24 persen), Kota Blitar (3,23 persen) dan Jember (2,68 persen).

Menurut Ansarul, cakupan yang masih rendah bukan berarti pelaksanaan ORI difteri di suatu daerah buruk.

“Mungkin saja di sana pelaksanaannya serentak di akhir bulan,” duga dia saat berkunjung ke Redkasi Harian Surya pekan lalu.

Kendala lain dalam pelaksanaan ORI adalah masih adanya orang-orang yang menolak imunisasi.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved