Liputan Khusus

Perusahaan dan Pengusaha Jawa Timur Dukung Imunisasi Difteri

ORI difteri pernah dilakukan pada 2012, saat jumlah penderita difteri mencapai angka tertinggi dalam catatan kesehatan di Jatim.

Perusahaan dan Pengusaha Jawa Timur Dukung Imunisasi Difteri
surya/ahmad zaimul haq
Sejumlah Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) melakukan vaksinasi difteri di Gedung Maspardi AAL Bumimoro, Surabaya, Senin (19/2/2018). Vaksinisasi difteri di lingkungan AAL itu digelar dalam rangka Ketahanan kesehatan nasional. TNI bersama IDI memberantas KLB difteri dengan vaksinasi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jatim menargetkan outbreak response immunization (ORI) difteri bisa menjangkau 10,9 juta anak usia 1-19 tahun pada Februari 2018.

Sayangnya, hingga 17 Februari, cakupannya masih 34,82 persen. Masih jauh dari target 95 persen!

Kabid Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Jatim Ansarul Fahruda saat berkunjung ke Redaksi Harian Surya menjelaskan, ORI difteri akan digelar tiga kali pada 2018.

Setelah Februari, imunisasi dua dan tiga akan dilakukan pada Juli dan November.

Harapannya, ORI difteri tiap periodenya bisa selesai serentak dalam satu bulan penuh.

Ini untuk meminimalisasi menyebarnya kuman corynebacterium diphtheriae.

Semakin banyak anak dan remaja yang terimunisasi difteri, kata Ansarul, semakin bagus untuk menekan penyebaran kuman itu.

ORI difteri pernah dilakukan pada 2012, saat jumlah penderita difteri mencapai angka tertinggi dalam catatan kesehatan di Jatim.

Namun, ketika itu ORI difteri hanya dilakukan di 19 kabupaten/kota yang dinyatakan dalam kejadian luar biasa (KLB).

Alhasil, meski sempat menurun jumlah kasusnya, ORI yang tak merata menyebabkan difteri kambuh lagi.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved