Rabu, 22 April 2026

Selesai Kuliah, Lulusan UM Ini Buka Usaha Martabak di Sumenep, Laris-Manis

Awal pembuatan, hanya 18 toping, sekarang sudah terdapat 22 pilihan toping. Toping tersebut bisa di-mix sesuai selera.

Penulis: Khairul Amin | Editor: irwan sy
surya/khairul amin
Indira Agustin menunjukan martabak manis buatannya. 

SURYA.co.id – SUMENEP - Terinspirasi dari banyaknya aneka martabak saat di tempat kuliah, Indira Agustin (23), iseng membuat martabak. Apalagi pada 2016 silam belum ada yang jual martabak aneka toping di Sumenep.

Buah hasil ketekunan tersebut, kini alumni Prodi Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Universitas Negeri Malang (UM) tersebut memiliki usaha “Martabak Manis Horee” (MMH) yang banyak digemari masyarakat Sumenep, bahkan Madura.

Awal membuat tidak langsung berhasil. Butuh banyak percobaan untuk mendapatkan komposisi martabak terbaik. Saat masa percobaan, Indira kerap minta keluarga untuk menjadi tester dan memberikan saran masukan.

“Harus percobaan hingga 18 kali baru dapat komposisi resep yang pas,” kata Indira saat ditemui Surya di rumahnya, Jalan KH Wachid Hasyim Gang X, Kolor, Sumenep, Senin (19/2/2018) pagi.

Indira menuturkan pada masa percobaan tersebut salah satu keluarga iseng mengunggah martabak buatan Indira di grup FB Kuliner Sumenep.

 “Hari itu juga langsung ada pesanan sebanyak 18 kotak,” tutur perempuan hobi memasak tersebut.

Kini, setiap hari Indira kebanjiran pesanan. Tiap hari tak pernah sepi, meski jumlahnya tidak tetap. Menurutnya, pesanan mertabak paling banyak pada saat momen-momen tertentu.

“Pesanan banyak waktu lebaran, tahun baru, atau hari ibu, bahkan waktu hari ibu satu hari ada 130 pesanan,” ungkapnya.

Produksi martabak Indira tergantung pesanan, kebanyakan pesan secara online di sosmed hingga aplikasi chatting. Pemesanan juga tergolong cepat, 30 menit pesan martabak sudah bisa diambil.

“Kalau langsung buat takutnya tidak sesuai dengan selera pembeli,” tutur Indira.

Awal pembuatan, hanya 18 toping, sekarang sudah terdapat 22 pilihan toping. Toping tersebut bisa di-mix sesuai selera.

Harga martabak tergantung toping, karena harga toping sudah termasuk martabak. Harga setiap toping antara Rp 3-4 ribu rupiah.

“Misal martabak mini paketan, isi 9 harga Rp 30 ribu, toping bisa pilih sesuai selera,” terang Indira.

Toping paling banyak disukai, Greentea, Orea, dan Keju. Selain toping, Indira juga menyediakan banyak jenis martabak. Martabak model pizza, martabak mini, reguler (dilipat), premium, paket jumbo (model karakter).

“Harus terus inovasi agar konsumen tidak bosan,” ucapnya.

Produksi martabak Indira bukan tanpa kendala. Indira mengungkapkan kendala terbesar adalah tersedianya bahan baku karena toko-toko di Sumenep tidak lengkap menyediakan bahan yang dipakai di martabaknya.

Ke depan, Indira berkeinginan untuk membuat kedai khusus martabak, sehingga pembeli bisa langsung memakan martabak di tempat secara langsung.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved