Touring Untuk Kenalkan Destinasi Wisata Jatim

Jatim Fortuner Club (JFC) berusaha tetap menjalin persahabatan antar anggota dengan kegiatan rutin seperti touring ke tempat wisata

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Cak Sur
SURYA Online/Sudharma Adi
Para anggota JFC saat foto bersama saat touring ke tempat wisata di Madura. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi tempat berkumpulnya penggemar mobil Toyota Fortuner, Jatim Fortuner Club (JFC) berusaha tetap menjalin persahabatan antar anggota dengan kegiatan rutin seperti touring ke tempat wisata. Kegiatan touring yang jadi jujugan JFC adalah berkeliling tempat wisata di Pulau Madura pada pekan lalu.

Pembina JFC, Satuhandoko mengungkapkan, touring ke tempat wisata adalah kegiatan rutin komunitas ini sejak berdiri pada 2013 lalu. Kegiatan ini tak semata-mata menyenangkan anggota komunitas, namun JFC juga membantu memperkenalkan tempat wisata di Jatim kepada masyarakat. “Tak cuma sekadar menjalin persahabatan antar anggota, namun JFC ikut menggalakkan program pariwisata pemerintah, terutama di tempat wisata potensial,” paparnya.

Itu terlihat ketika JFC menggelar touring ke Pulau Madura. Total ada 65 orang dari anggota komunitas dan keluarga, membawa 35 mobil Fortuner melaju beriringan ke Madura. Di pulau garam itu, mereka menuju empat lokasi wisata, yakni Pantai Lonmalang dan Pantai Berotok di Sampang, Pantai Lombang serta Masjid Agung di Sumenep. Mereka menikmati deburan ombak sembari berswafoto di tempat wisata andalan Madura itu. Tak lupa, mereka menyempatkan berfoto bersama seluruh anggota komunitas itu. “Tempat wisata ini mampu merekatkan persaudaraan anggota. Kami juga menikmati keindahan tempat wisata, dan ini perlu lebih dikenal wisatawan,” ujarnya.

Tak hanya touring ke tempat wisata, momen tiga bulanan ini selalu dimanfaatkan JFC untuk memberi bantuan sosial (bansos). Saat touring di Madura, mereka berkunjung ke Masjid Agung Sumenep. Bertemu takmir masjid itu, JFC memberikan peralatan salat, yakni 5 sajadah,  10 mukena dan 5 songkok. Bantuan ini ditujukan pada jamaah masjid yang tak punya peralatan salat ini. “Untuk bantuan sosial ini, dananya selalu patungan dari seluruh anggota,” tambahnya.

Agenda touring yang berjalan tiap tiga bulan sekali ini sudah dimanfaatkan JFC untuk mengunjungi berbagai tempat wisata menarik, baik di Jatim maupun di luar Jatim. Untuk di Jatim, hampir semua tempat sudah dikunjungi, seperti Malang, Trenggalek, Pacitan, Banyuwangi, Gunung Bromo, hingga Gunung Ijen. Adapun di luar Jatim, lokasi yang sudah dikunjungi adalah Jogjakarta, Bali dan Lombok. “Mobil Fortuner selalu kami kendarai di setiap destinasi, baik jalannya yang mulus maupun terjal. Kebersamaan selalu kami jaga, di antaranya saat ada mobil yang mogok atau sulit jalan, kami pasti bantu menariknya,” kata Wiratmoko, Bidang sosial JFC.

Tak hanya touring dan bansos yang jadi agenda tetap. JFC juga secara rutin mengadakan kopi darat (kopdar), yakni bertemunya para anggota tiap dua minggu atau sebulan sekali. Banyak hal yang dibahas dalam kopdar itu, mulai dari rencana touring hingga kegiatan religi. Untuk rencana touring, selain tetap mengagendakan tempat wisata di Jatim dan sekitarnya, keinginan untuk berwisata ke luar negeri mulai mengemuka. Bahkan, ada juga agenda umroh bersama anggota JFC pada 2018 ini. “Untuk agenda ke luar negeri memang masih survei. Yang jadi rencana serius adalah umroh bersama pada tahun ini,” pungkasnya.

Para anggota JFC saat foto bersama saat touring ke tempat wisata di Madura.
Para anggota JFC saat foto bersama saat touring ke tempat wisata di Madura. (SURYA Online/Sudharma Adi)

Punya Hobi Sama, Bentuk JFC
Cukup banyak pemilik mobil Toyota Fortuner yang hobi seputar dunia otomotif. Makin banyaknya orang yang punya hobi sama, membuat mereka membentuk komunitas berupa Jatim Fortuner Club (JFC), yang jadi satu-satunya wadah pehobi Fortuner di Jatim.

Bidang sosial JFC, Wiratmoko menjelaskan, komunitas ini didirikan pada 2 Juni 2013 lalu. Komunitas ini dirintis oleh tiga pendirinya, yaitu Hannes Hakiki, Bambang Indra Maryono dan Kaiser Prambudi. “Saat ini JFC sudah hampir berumur 5 tahun,” ujarnya.
Dijelaskan, awal mulanya komunitas ini dibentuk sebagai wadah untuk menampung para penggemar mobil Toyota Fortuner dari Surabaya. Sebelumnya, para pendiri klub menyadari bahwa di Surabaya hanya ini satu-satunya klub Toyota Fortuner yang ada dan bahkan se Jawa Timur. Maka, agar semua penggemar Fortuner di Jatim bisa berkumpul, maka klubnya dinamakan Jatim Fortuner Club.”Para pendiri klub ini awalnya menyadari banyak sekali pemilik mobil Toyota Fortuner dari berbagai kalangan,” ujarnya.

Diakui, setiap pemilik mobil tentunya punya alasan sendiri mengapa suka terhadap Fortuner ini. Dari semua alasan ini, maka para pendiri berpikir kenapa tidak disatukan saja para pehobi ini dalam satu wadah. “Perlu satu wadah, agar bisa berkumpul dan share pendapat dan tukar ilmu tentang modifikasi dan seputar dunia otomotif lainnya. Inilah cikal bakal terbentuknya JFC. Hingga saat ini, ada 224 anggota JFC yang tersebar di Jatim,” pungkasnya.

Hilangkan Perbedaan, Sapa dengan Om dan Mom
Mengusung jalinan keakraban dan guyub, persaudaraan antar anggota JFC juga terwujud pada sapaan. Supaya egaliter dan benar-benar akrab, tiap anggota dipanggil om dan mom.

Bidang sosial JFC, Wiratmoko menuturkan, dari sekira 224 anggota JFC, latar belakang pekerjaan tiap anggota berbeda-beda. Ada yang pengacara, PNS, dpkter hingga pengusaha. “Adanya latar belakang berbeda terkadang membuat keakraban kurang terjalin. Makanya, perlu ada panggilan antar anggota, om untuk laki dan mom untuk perempuan,” jelasnya.

Ketika sapaan ini diterapkan, maka tak ada lagi perbedaan latar belakang. Semua anggota sama-sama disapa om atau mom. Ini membuat hubungan antar anggota adalah seperti keluarga dan makin akrab. “Ini menjadikan anggota JFC lebih guyub dan makin akrab,” pungkasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved