Sosok Inspirasi

Titim Fatmawati: Penderita Lupus yang Aktif Kerja Sosial

Gerakan diawali Titim dari lingkungan eks lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Blitar.

Titim Fatmawati: Penderita Lupus yang Aktif Kerja Sosial
surya/samsul hadi
Salah satu aktivitas Timtim Fatmawati. 

DUNIA kerja sosial menjadi takdir hidup Titim Fatmawati. Ia merasa menemukan kepuasan luar biasa. Kepuasan yang tidak bisa diukur atau diganti dengan materi.

"Ini bukan pilihan tapi jalan hidup bagi saya. Bersosial merupakan cara saya memberi makan jiwa saya, jalanw spiritual hidup saya," kata Titim kepada Samsul Hadi, wartawan SURYA.co.id yang bertamu di rumahnya, di Jl Kawi No 88, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Blitar, Selasa (13/2/2018).

Sore itu Titim bersiap pergi. Dandanannya terlihat sudah rapi dan tinggal menunggu jam. Hari itu, ia punya agenda rutin di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Mengajar atau tepatnya mendampingi ibu-ibu di sekolah perempuan. Ini adalah lembaga sosial terbaru yang didirikannya pertengahan 2017 lalu.

"Sekolah perempuan ini baru. Kegiatannya sepekan sekali. Tiap Selasa malam. Ini tadi persiapan berangkat ke sana," ujarnya.

Perempuan berjilbab ini mulai terjun ke dunia sosial sejak 2000. Dia fokus bergerak mendampingi perempuan dan anak.

Gerakan diawali Titim dari lingkungan eks lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Blitar. Sendirian ia bergerak. Mendampingi para mantan PSK dengan suntikan motivasi.

Gerakannya kemudian melebar pada anak-anak mereka. Perempuan berperawakan kecil ini kemudian membuat sekolah gratis bagi anak-anak mantan PSK di eks lokalisasi.

"Saya mendampingi para PSK di eks lokalisasi sampai 2009," ujar perempuan lahir 27 September itu.

Sekolah Perempuan salah lembaga yang didirikan Timtim Fatmawati.
Sekolah Perempuan salah lembaga yang didirikan Timtim Fatmawati. (surya/samsul hadi)

Perjalanan panjanganya membawa Titim semakin dalam memasuki dunia sosial. Tahun 2015 atau 15 tahun setelah berkecimpung dengan kaum pingggiran, Titim kemudian mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan Anak (Sapuan).

Lewat LSM Sapuan, Titim bekerjasama dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Blitar. Membuka kelas menulis untuk anak-anak yang terlibat masalah hukum di LPKA.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved