Berita Kediri

Penambangan Pasir di Lereng Gunung Kelud yang Longsor Ternyata Sudah Ditambang Puluhan Tahun

Area penambangan pasir tradisional di lereng gunung Kelud, Kediri, yang Jumat (16/2/2018) longsor, ternyata sudah ditambang selama puluhan tahun.

Penambangan Pasir di Lereng Gunung Kelud yang Longsor Ternyata Sudah Ditambang Puluhan Tahun
SURYA Online/Mohammad Romadoni
Kondisi proses evakuasi korban longsor 

SURYA.co.id | KEDIRI - Muhamad Mustofa, Kepala Desa Wonorejo Trisulo bercerita terkait keberadaan pertambangan pasir rakyat di kawasan aliran lahar Gunung Kelud yang longsor, Jumat (16/2/2018).

Katanya, pertambangan pasir tradisional atau manual tersebut telah ada sejak dahulu dan berlangsung secara turun-temurun. Bahkan, ribuan warga setempat telah menggantungkan nasib mereka dari mencari pasir.

"Lebih dari 60 persen warga di kawasan ini mata pencahariannya menjadi kuli pasir atau mencari pasir di area aliran lahar Gunung Kelud," tuturnya kepada Surya saat ditemui di Balai Desa Wonorejo Trisulo, Jumat (16/2/2018).

Mustofa memaparkan, keberadaan Gunung Kelud tempo dulu hingga saat ini sangat lekat dengan kehidupan masyarakat. Apalagi, kawasan lereng Kelud ini begitu kaya dengan kantong pasir hitam kwalitas terbaik.

Tak pelak, lumrah adanya melihat aktivitas warga mencari pasir secara konvensional di sekitar kawasan aliran Sungai Ngobo.

Padahal, sambungnya, pertambangan pasir rakyat itu memang tidak mempunyai izin dari dinas terkait alias ilegal.

"Mau dilarang kan nggak bisa karena itu sudah lama ada. Alasan warga ya biasa, soal urusan perut mencari uang dengan menjadi kuli pasir," bebernya.

Meski demikian, masih kata Mustofa, sekarang ini jumlah penambang pasir meningkat drastis.

Semakin banyaknya pencari pasir, maka hal itu memicu adanya pelanggaran pertambangan pasir yang mulai menempati lokasi baru.

Meski lokasi baru itu berbahaya dan rawan potensi bencana tanah longsor, para penambang pasir tidak mempedulikannya. Termasuk, area bencana alam tanah longsor yang merenggut empat korban jiwa dan satu korban masih dalam proses pencarian.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved