Berita Surabaya
Kapolda Perintahkan Babat Habis Kampung Narkoba di Jatim
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin telah memerintahkan anggotanya untuk membabat habis kampung narkoba di Jatim. Di manakah itu?
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin berjanji akan membabat habis andaikata ada kampung narkoba di Jatim. Personel di seluruh jajaran diperintahkan untuk menggerebek.
"Kampung yang ditengarai sebagai sarang narkoba sudah teridentifikasi. Kampung tersebut harus dibabat habis," tandas Irjen Pol Machfud usai menjenguk anggota Satlantas Polrestabes Surabaya Bripka Yulianto di RS Bhayangkara, Jumat (16/2).
Di Surabaya sendiri, sudah teridentifikasi daerah mana saja yang dipakai sarang oleh bandar atau pengedar narkoba. Daerah tersebut sudah diamati tinggal penggerebekan saja.
"Polrestabes Surabaya dan jajaran lain sudah kami perintahkan untuk mendalami. Pasti kami serbu. Mereka sudah keterlaluan," tegasnya.
Untuk menangani kasus narkoba, kata kapolda harus ekstra hati-hati. Pasalnya, mereka paranoid sehingga harus menggunakan strategi khusus dan dibutuhkan kewaspadaan yang tinggi. Orang paranoid selalu diliputi rasa ketakutan sehingga mereka menjadi berani saat kondisinya terdesak.
Tersangka Ifron Muchtarom, 26, asal Benjeng, Gresik adalah DPO Polsek Simokerto.
Ifron saat itu ditangkap di daerah Dukuh Pakis, 6 Februari 2018 lalu.
Begitu diinterogasi di lokasi, Sabu-sabu seberat 1,6 gram ditinggal dan tersangka kabur.
"Tersangka sudah menjadi DPO dan sudah lama dicari," paparnya.
Penabrakan pelaku narkoba terhadap Bripka Yulianto dapat menjadi pelajaran bagi semua anggota kepolisian.
Personel yang ada di lapangan agar lebih berhati-hati saat menghadapi kejahatan di jalanan.
"Saya berpesan pada anggota Lantas dan lainnya untuk berhati-hati. Iya kalau pelaku sendirian. Kalau lebih dari satu orang misalnya dua orang tiga orang, bagaimana?" tuturnya.
Orang nomor satu di Jatim ini mengimbau, secara teknis tidak perlu melakukan hal serupa seperti yang dilaksanakan oleh Bripka Yulianto. Apabila di lapangan ada seorang personel kepolisian saja, lebih baik koordinasi dengan jajaran lain untuk menghalang pelaku dengan cara lainnya.
"Kalau sendirian lebih baik menggunakan komunikasi lewat HT, dari HT bisa menyetop semua jalan. Kekuatan bisa ditambah, pasti pelaku tertangkap. Teknis itu lebih bermanfaat dan akurat," imbaunya.
Baca: Begini Pengakuan Pengendara Vios di Surabaya yang Kejar-kejaran Dengan Polisi Sampai Mobilnya Hancur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bripka-yulianto_20180216_134748.jpg)