Berita Pendidikan Surabaya

Rektor ITS Prof Joni Hermana: Peran Guru Tak Lagi Digugu dan Ditiru, tapi lebih sebagai Teman

“Selama ini pendidikan karakter anak masih diarahkan untuk hobi pribadi, perlu dilakukan kegiatan pada masyarakat.”

Rektor ITS Prof Joni Hermana: Peran Guru Tak Lagi Digugu dan Ditiru, tapi lebih sebagai Teman
surya/habibur rohman
GENERASI EMAS - Rektor ITS Prof Joni Hermana membahas tentang perkembangan dunia pendidikan lintas generasi pada seminar pendidikan Smamda "Membangun Generasi Emas Dengan Karakter Berkemajuan" di Hotel Ibis Surabaya, Rabu (14/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Pola pendidikan saat ini terus berkembang seiring dengan berkembangan zaman. Peranan guru tak lagi di gugu dan ditiru, tapi lebih dibutuhkan sebagai teman dan panutan.

Hal ini disampaikan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Joni Hermana dalam seminar pendidikan yang dihadiri kepala SMP negeri dan swasta di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Rabu (14/2/2018).

Prof Joni menyampaikan saat ini sekolah harus menawarkan passion pada anak. Agar anak tidak tertekan dalam sekolah, dan menikmati dan sukarela melaksanakan tugas sekolah. Apalagi generasi saat ini banyak fokus menyenangkan dirinya sendiri.

“Anak saat ini fokusnya pada output. Sehingga guru harus mampu menyiapkan dan memberikan manajemen dalam pembelajaran yang akan diberikan,” jelasnya dalam acara bertajuk ‘Membangun Generasi emas Dengan Karakter Berkemajuan’ yang di gagas .

Dikatakannya, saat ini sekolah banyak berinovasi dalam mengembangkan passion anak melalui ekskul dan pemberian pelajaran tematik. Hanya saja, masih ada pekerjaan rumah sekolah untuk membangun empati siswa.

“Selama ini pendidikan karakter anak masih diarahkan untuk hobi pribadi, perlu dilakukan kegiatan pada masyarakat sehingga anak tidak hanya memahami lingkungannya saja,” ungkap pria yang juga wali murid Smamda ini.

Kepala Smamda Surabaya, Astajab mengungkapkan kegiatan ini menjadi wadah bertemunya para pengambil kebijakan di sekolah. Sehingga bisa tercipta siklum pendidikan yangs esuai dengan perkembangan anak.

“Bukan membatasi anak dengan teknologi, tetapi bagaimana sekolah menyesuaikan anak saat ini,”lanjutnya.

Dengan pembangunan karakter sejak dini, menurutnya di tingkat SMA siswa akan lebih matang lagi dalam menentukan masa depannya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved