Berita Tulungagung

Tiga Pencuri Spesialis Rumah Kosong yang Beraksi Lintas Kota Dilumpuhkan di Tulungagung

Tiga pencuri spesialis rumah kosong yang berasal dari berbagai daerah, dilumpuhkan di Tulungagung. Inilah kisah berakhirnya aksi mereka...

Tiga Pencuri Spesialis Rumah Kosong yang Beraksi Lintas Kota Dilumpuhkan di Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Seorang anggota spesialis pencuri spesialis rumah kosong berjalan dipapah, usai kakinya ditembak polisi. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Tiga pencuri yang kerap beraksi lintas kota, ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Tulungagung, Minggu (11/2/2018).

Satu dari tiga pelaku itu bahkan ditembak kakinya karena berusaha melawan kala ditangkap. 

Mereka adalah Jefri Yanto (38) asal Kabupaten Sleman - DIY, Doni Osman Saputra (24) asal Palembang Sumatera Selatan dan Indra Ahmadi (39) Kota Bandung Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, para pelaku adalah spesialis rumah kosong.

“Mereka bagian dari komplotan Palembang,” terang Mustijat, Minggu (11/2/2018).

Penangkapan ini hasil dari kerja sama antara Polres Tulungagung dan Polresta Blitar. Masih menurut Mustijat, komplotan ini beranggotakan enam orang. Tiga pelaku lainnya ditangkap Polresta Blitar.

“Ada laporan kejahatan mereka di wilayah hukum Polresta Blitar. Tiga di antaranya masih diproses di Blitar,” tambah Mustijat.

Di Tulungagung, kawanan ini sudah beberapa kali beraksi. Akhir November 2017, kawanan ini mencuri di Toko Gajah, di kawasan Pasar Wage, Kelurahan Kenayan. Para pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp 249 juta.

Kawanan ini juga pernah mencuri di sebuah rumah kosong di Jalan Teuku Umar, Keluhatan Kenayan pada Januari 2018.

Kawanan ini berhasil mengambil uang Rp 185 juta. Sejak saat itu polisi terus melacak keberadaan kawanan ini.

“Kami terus melacak pergerakan mereka. Ternyata mereka juga melakukan kejahatannya di Kota Blitar. Dai situ kami bekerja sama dengan Polresta Blitar, bersama-sama melacak kawanan ini,” tutur Mustijat.

Saat akan ditangkap, pelaku melakukan perlawanan. Lantaran dianggap membahayakan petugas, salah satunya ditembak pada kaki sebelah kiri. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari kawanan ini.

Salah satunya sebiah sangkur yang digunakan untuk melawan petugas. Polisi juga menyita dua sepeda motor, satu linggis kecil, satu linggis besar, tiga buah helm dan tiga buah tas berisi pakaian.

“Pelaku akan kami jerat pasal 363 KHUP, tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya tujuh tahun penjara,” pungkas Mustijat. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved