Berita Pasuruan

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Beri Kartu Kuning untuk Pemegang Proyek SPAM Umbulan

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, mengangkat kartu kuning untuk pemegang proyek SPAM Umbulan. Ini alasannya...

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Beri Kartu Kuning untuk Pemegang Proyek SPAM Umbulan
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Aksi bakar ban yang dilakukan warga Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap pemegang proyek SPAM Umbulan, Minggu (11/2/2018). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Warga Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan membakar ban bekas di jalan raya Warungdowo, Minggu (11/2/2018) siang.

Pembakaran ban bekas itu adalah pelampiasan kekecewaan warga terhadap pemegang Proyek Strategis Nasional (PSN) proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan.

Tak hanya membakar ban bekas, warga juga memblokir jalanan ini.

Mereka berdiri di tengah jalan, sembari menyampaikan kekecewaannya.

Mereka kecewa karena kompensasi yang dijanjikan oleh pihak pemegang proyek ini tak kunjung dicairkan.

Beberapa pihak menyebut, kompensasi itu tidak sesuai dengan ketentuannya dan masih tidak ada kesesuaian besaran dana kompensasi.

“Tapi kami sudah sabar memberi kelonggaran waktu. Tapi, tidak ada kejelasan hingga saat ini. Aksi ini aksi permulaan. Kalau tetap tidak direalisasikan, akan kami tindak lanjuti lagi. Kami akan buat aksi yang lebih besar,” ujar Soleh.

Sekadar diketahui, pihak pelaksana mah memberikan kompensasi sekitar Rp 150 ribu tiap rumah, dari sebelumnya hanya Rp 100 ribu saja. Sehingga dengan perbedaan nilai itu, kesepakatan belum tercapai.

Aksi blokir siang tadi, selain mengganggu kegiatan proyek, untuk beberapa waktu membuat jalur lalu lintas terhambat apalagi jalur ini merupaka jalur wisata menuju Bromo. Untungnya, pihak kepolisian.

Kartu Kuning

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menilai pengerjaan proyek SPAM Umbulan membahayakan pengguna jalan.

Ia mengaku sudah memberikan kartu kuning atau peringatan kepada pemegang proyek SPAM Umbulan ini.

"Kami menerima sejumlah aduan warga, yang menyebutkan kegiatan penanaman pipa, telah meresahkan dan jalan jalan pun rusak," terang dia.

Ia menjelaskan, banyak warga maupun pengguna jalan terpeleset dan terjatuh, terutama di wilayah simpang empat Warungdowo hingga Pleret. Bahkan beberapa lainnya terlibat kecelakaan karena aktivitas proyek Umbulan ini.

“Kami minta untuk dihentikan, kan banyak (luberan) lumpur di lokasi proyek sepanjang Warungdowo. Kalau tidak mampu ya dihentikan dulu saja. Nanti dilanjutkan lagi. Kalau gak sanggup jangan diteruskan," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved