Breaking News:

Berita Surabaya

Air di Surabaya,Tak Bisa Langsung Diminum, Mahasiswa Jepang dan Taiwan Dipandu Cara Menjernihkan Air

Di negaranya, 3 mahasiswi Jepang dan Taiwan ini bisa minum air dari keran. Tapi tidak di Surabaya. Mereka pun diajari cara menjernihkan air.

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Katolik Widya Mandala (UKWMS) mengadakan eksperimen penghilangan zat warna berbahaya di ruang laboratorium kimia analisa, Fakultas Teknik, Kampus UKWMS Kalijudan, Surabaya (09/02/2018).

Pada kesempatan kali ini UKWMS kedatang tamu 3 mahasiswi asal Jepang dan Taiwan. 

Shella Permatasari dosen teknik UWKMS memaparkan bagaimana cara mengelola limbah pewarna agar tidak mencemari air.

"Limbah ini bisa dihilangkan dengan adsorben," katanya.

Dia menyebut, ada dua adsorben yang efektif, yaitu batu dan cangkang telur.

"Zeolit dan bentonit adalah adsorpsi paling baik ketimbang cangkang telur," jelas Shella, panggilan akrabnya.

Batu zeolit bisa didapatkan dimana-mana karena biasanya dipakai untuk menjernihkan air aquarium dari kotoran ikan.

Acara ini bertujuan untuk mengenalkan budaya indonesia kepada mahasiswa asing.

Salah satu mahasiswi asal National Taiwan University of science and Technology, Lee-Pai-Ju mengalami "shock culture".

"Kalau di taiwan orang-orang bisa minum langsung lewat keran tanpa disaring" ungkapnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved