Liputan Khusus

Cukai Rokok Elektrik Tinggi, Penggemar Vape Tak Terpengaruh, Begini Komentar Mereka

Di tengah obrolannya, mereka juga serius membahas jenis-jenis alat maupun liquid yang sesuai selera, termasuk rencana cukai vape yang tinggi.

surya/ahmad zaimul haq
Pengguna vape memperlihatkan rokok elektrik yang dimilikinya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asap tebal berbentuk bulat keluar berulang kali dari mulut Faiz.

Sesaat kemudian pemuda asal Sampang Madura ini kembali mengisap rokok elektrik atau vape yang dipegangnya.

Asap tebal dengan berbagai model pun berseliweran keluar dari mulutnya.

Bersama beberapa temannya, Faiz tampak gayeng nongkrong di sebuah kafe di pusat kota Surabaya.

Kala itu, rekan-rekannya juga terlihat mengisap rokok elektronik.

Tak pelak, asap tebal pun terus menyelimuti tempat duduk mereka.

Sesekali mereka terlihat adu trik mengeluarkan sejumlah model asap dari mulut.

Di tengah obrolannya, mereka juga serius membahas jenis-jenis alat maupun liquid yang sesuai dengan selera mereka.

“Termasuk terkait rencana pemerintah yang akan menarik cukai vape 57 persen. Tapi kami santai saja,” ujar Faiz kepada Surya.

Pemuda bertubuh subur ini mengaku doyan rokok elektrik sejak 2014.
Sejak gemar mengisap vape, kebiasaan merokoknya jauh berkurang.

Dulu, saban hari rata-rata habis dua bungkus rokok.

Tapi sekarang, satu minggu saja terkadang hanya menghisap satu batang.

“Kalau memang harga vape naik sampai 57 persen, saya kira tidak masalah. Toh, tetap lebih murah dibanding harus kembali ke rokok,” tukas Faiz.

Kalkulasinya untuk membeli dua bungkus rokok sehari berarti harus mengeluarkan uang Rp 40 ribu.

Halaman
123
Sumber: Surya Cetak
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved