Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

Program Hibah Pelatihan dari Jerman untuk 3 PTS Indonesia Diadakan di Dua Kota ini

National Multiplication Training (NMT), program hibah dari Jerman yang diterima 3 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) akan dilaksanakan di dua kota.

surya/sulvi sofiana
HIBAH 3 PTS - Indonesia's Deans' Course for Private Higher Education Institution (INADC – PHEI) di Ubaya,Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - National Multiplication Training (NMT), program hibah dari Jerman yang diterima 3 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) akan dilaksanakan di dua kota.

Kegiatan NMT di Indonesia dinamakan Indonesia's Deans' Course for Private Higher Education Institution (INADC – PHEI).

Kegiatan ini dilaksanakankan mulai  5 sampai 7 Februari 2018 di Ubaya, Surabaya dan 21 hingga 23 Mei 2018  di Universitas Pembangunan Jaya, Bintaro.

Rektor UPJ, Leenawaty Limantara mengungkapkan dirinya tergabung bersama tim komite bersama Tatas Brotosudarmo dari Universitas Ma Chung sebagai koordinator dan Nemuel Pah dari Ubaya berhasil menggandeng International Test Center (ITC) untuk memberikan nilai tambah kepada 25 pimpinan PTS.

“Mereka terpilih untuk mendapatkan program hibah e-learning dan sertifikasi internasional literasi digital Internet and Computing Core Certification (IC3). Program ini diberikan pada seluruh mahasiswa dari peserta workshop INADC-PHEI tahun 2018 yang dinyatakan lulus,”lanjutnya.

Shinta, sapaan akrab Leenawaty, menjelaskan IC3 adalah sebuah sertifikasi kemampuan seseorang dalam mengaplikasikan ilmu serta pemahaman seseorang di bidang komputer dalam lingkup akademik dan profesional.

Sedang  pemberian program hibah e-learning dan sertifikasi literasi digital dari Certiport ini merupakan salah satu bentuk penerapan atas pelatihan yang telah didapat dari batch 1 INADC – PHEI 2018 di Surabaya.

Dan akan diumumkan pada akhir workshop INADC-PHEI di Bintaro Jaya pada bulan Mei 2018.

“Dengan adanya program ini diharapkan 25 perguruan tinggi yang mengikuti INADC-PHEI bisa meningkatkan daya saing dan sebagai bentuk inovasi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan baik di kawasan ASEAN maupun kawasan global secara umum,”paparnya.

Ia menjelaskan metode pembelajaran dalam kegiatan ini sangat beragam, interaktif, dan menarik, dengan rasio keterlibatan aktif peserta berbanding fasilitator 70 banding 30.

Dengan beberapa pendekatan antara lain metode Speed dating, presentasi, diskusi, penerapan teori U dari Otto Scharmer, refleksi, kerja kelompok, hingga studi kasus.

“Juga terdapat konsultasi rekan sejawat, Metaplan, Mindmappin, Gallery walk, Ice breaking, Kahoot QA dan Role model,”lanjutnya.

Peserta kegiatan ini telah melalui seleksi kepesertaan yang bersifat kompetitif, dengan total 25 peserta dari 24 institusi, ditambah tim trainer yang berasal dari 7 institusi maka akan terjadi networking dari 31 institusi.

50 jam training ditambah dengan Project Action Plan (PAP) diharapkan akan mempersiapkan peserta training menjadi multiplier nasional di bidang kepemimpinan dan tata kelola Perguruan Tinggi yang berkualitas.

Lewat training ini PAP para peserta akan dibukukan sebagai bahan acuan tata kelola Perguruan Tinggi di Indonesia.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved