Properti

Pasar Apartemen di Surabaya Makin Padat, Pengembang Lirik Sidorjo

Persaingan bisnis apartemen di Surabaya semakin ketat. Tak heran, para pengembang mulai melirik potensi di Sidoarjo.

Pasar Apartemen di Surabaya Makin Padat, Pengembang Lirik Sidorjo
surabaya.tribunnews.com/irwan syairwan
Launching Suncity Residence Apartemen di Sidoarjo 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Masyarakat Sidoarjo mulai melirik potensi hunian vertikal atau apartemen. Setidaknya, sudah ada dua pengembang dengan empat tower apartemen yang sudah dan akan dibangun di Kota Delta.

Marketing Advisor Manager Suncity Residence Apartemen (SRA), Marisa Ris, mengatakan masyarakat mulai melirik kawasan di sekitar Surabaya untuk kawasan hunian.

"Salah satunya di Sidoarjo ini. Karenanya kami berencana membangun hunian vertikal SRA ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat tersebut," kata Marisa, Minggu (4/2/2018).

Kelebihan hunian di luar Surabaya adalah masih terjangkaunya harga yang ditawarkan. Apalagi, lanjut Marisa, hunian di Surabaya, baik tapak maupun vertikal, sudah sangat padat.

Sebagai penyangga Surabaya, Kota Delta memegang peranan sangat penting untuk menunjang perekonomian Jatim. Banyaknya pekerja dari pendatang, dipastikan memerlukan hunian yang memadai.

Pihaknya berencana membangun 1.380 unit apartemen dengan empat tipe. Yang paling murah ditawarkan di kisaran harga Rp 300 juta.

Marisa mengklaim SRA merupakan satu-satunya hunian vertikal yang terintegrasi dengan mal (Suncity Mall), hotel (The Sun Hotel), dan wahana hiburan Waterpark. Ini menjadi pembeda dengan hunian vertikal lain.

Meski SRA ini baru bisa dihuni pada 2021 nanti, peminatnya sudah hampir memenuhi kuota.

"Saat ini baru kami buka 500 unit dan sebagian besar sudah dipesan. Ini menunjukan masyarakat Sidoarjo sudah memandang hunian vertikal sebagai pilihan tempat tinggal," sambungnya.

Terpisah, Direktur Tamansari Prospero Kahuripan (TPK), Boy Arifin, menambahkan pihaknya telah membangun tiga tower hunian vertikal dengan jumlah unit sebanyak 1.500 buah. Semua unit telah habis terjual dan 60 persen pembelinya merupakan warga Sidoarjo.

"Ini artinya Sidoarjo mulai menuju era baru hunian. Sidoarjo mulai menjadi metropolitan," tandas Boy.

Ketua REI Jatim, Danny Wachid, menambahkan Sidoarjo memang sudah mulai masuk era hunian vertikal. Penyebabnya, Sidoarjo mulai banyak titik kemacetan dan lahan perumahan di Kota Delta memang mulai menipis.

Kendati demikian, Danny menerangkan apartemen di Sidoarjo dan Jatim pada umumnya jangan sampai menghilangkan kultur Jawa Timuran. Danny menjelaskan orang Jatim senang cangkrukan. Dengan demikian, konsep apartemen di Sidoarjo harus menyediakan ruang terbuka untuk warga apartemen saling komunikasi.

"Biar bisa nonggo. Ini yang saya rasa masih kurang di apartemen-apartemen di Jatim," imbuh Danny.

Selain itu, harga apartemen di Sidoarjo jangan sampai terlalu mahal seperti di Surabaya. Danny menilai kebutuhan apartemen di Sidoarjo lebih kepada kelas menengah bawah yang maksimal hanya mampu membeli hunian di harga Rp 500 juta.

"Apartemen yang dibangun itu lebih pada kebutuhan tempat tinggal terlebih dahulu," ujarnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved