Berita Surabaya

Siswa Suka Menulis, SMA Kemala Bhayangkari 1 Sediakan Ekstrakurikuler Jurnalistik

Aku dasarnya suka nulis dan aku ingin mengembangkan pengetahuan menulisku. Di klub jurnalistik aku juga bisa dapat...

SURYAOnline/Pipit Maulidiya
Endah Emawati, Redaktur Senior dari surat kabar Harian Pagi Surya, saat memberikan materi Masa Orientasi Gagasan, di ruang kelas Fisika SMA Kemala Bhayangkari 1, Surabaya, Sabtu (3/2/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pradiksa Pratyahara, siswa kelas 11 IPA menikmati betul materi jurnalistik yang disampaikan Endah Emawati, Redaktur Senior dari surat kabar Harian Pagi Surya, Sabtu (3/2/2018) di ruang kelas Fisika SMAKemala Bhayangkari 1, Surabaya.

Rara panggilan akrab siswi berambut sebahu tersebut memang sudah aktif masuk klub jurnalistik, yang merupakan salah satu ekstrakurikuler bergengsi di sekolah.

"Aku dasarnya suka nulis, dan aku ingin mengembangkan pengetahuan menulisku. Di klub jurnalistik aku juga bisa dapat berbagai pengetahuan soal fotografi dan teknik penggalian data. Jadi seru sesuai hobiku," akunya usai menerima materi Masa Orientasi Gagasan oleh Endah Emawati.

Rara juga mengaku senang pihak sekolah mewadahi kebutuhan hobi siswa di luar kegiatan belajar dan mengajar di dalam kelas.

"Ikut jurnalistik ini kami lebih bisa mengembangkan diri sesuai bakatan minat. Jadi seru," tambahnya.

Dra Betty Hendri Puspitarini, M. Psi, Kepala Sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1, Surabaya menjelaskan ekstrakurikuler klub jurnalistik sudah ada sejak 3 tahun lalu.

Pihaknya mengaku jika setiap tahun ajaran baru, anak-anak memiliki minat besar di bidang ini.

Dukungan besar disampaikan Betty kepada anak-anak yang tergabung, karena aktifitas ini selaras dengan menghidupkan budaya literasi.

"Jadi penilaian siswa itu bukan hanya saja di bidang akademik atau nilai rapor tapi juga terkait kegiatan ekstra di luar jam sekolah, termasuk bagaimana perilaku keseharian di sekolah," akunya.

Anak-anak yabg tergabung di kegitan jurnalistik ini lanjut Betty juga memiliki tugas untuk membuat majalah Gagasan, sebagai aktualisasi dari materi yang sudah mereka pelajari selama diklat.

"Jadi tidak hanya belajar materi, mereka juga mewujudkannya dalam bentuk majalah. Mereka hang cari data, kami mengarahkan saja. Ini semua kan memang karena kebutuhan anak ya yang terus berkembang, sebagai pihak sekolah kami memberikan wadah dan arahan," tutupnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved