Berita Surabaya

Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia "Sembuh dari Gangguan Jiwa, Bukan Berarti Hidup Tak Terarah"

Dulu saya nggak percaya diri karena pernah sakit skizofrenia. Merasa bahwa menjadi beban keluarga dan orang-orang terdekat....

Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia
SURYAOnline/Pipit Maulidiya
Alfi Nur Hanifah (21), relawan Komunitas Peduli Skizofren Indonesia ikut membantu menjual produk KPSI 

SURYA.co.id | SURABAYA - Heni (bukan nama sebenarnya) tampak sibuk melayani pembeli di stand bazar Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), rangkaian acara pendidikan kedokteran berkelanjutan, di Hotel Harris Gubeng, Surabaya.

Para pembelinya adalah dokter yang mengikuti rangkaian acara oleh Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Airlangga itu.

Sepanjang melayani pembeli, perempuan paruhbaya itu punya senyum sumringah. Tak ada yang menyangka jika dia adalah pasien skizofrenia sejak 1987 silam.

"Dulu saya nggak percaya diri karena pernah sakit skizofrenia. Merasa bahwa menjadi beban keluarga dan orang-orang terdekat. Tapi setelah bergabung komunitas ini sekarang saya merasa mandiri," akunya, Sabtu (3/2/2018).

Heni juga melakukan aktifitas rutin menulis status di media sosial terkait semangatnya sembuh dan menjadi lebih baik.

Dia juga belajar merajut, dan hasilnya dijual melalui pameran yang berlangsung seperti saat ini.

"Dulu saya sering marah dan paranoid kalau ketemu orang, berkat minum obat dan sering terapi bareng komunitas semua mulai berkurang," tambahnya.

Hani berharap pemerintah bisa lebih perhatian dengan mereka yang sembuh dari skizofrenia, seperti memberikan pelatihan keterampilan, supaya mereka lebih mandiri.

Alfi Nur Hanifah (21) Mahasiswa Perawat semester akhir UNUSA sekaligus relawan Komunitas Peduli Skizofren Indonesia menuturkan, pentingnya bergabung dengan komunitas ini bagi penderita skizofrenia.

"Bisa saling menguatkan, karena mereka pasti merasa tidak percaya diri. Kalau di sini mereka saling suport dan dari sini kami berusaha menghapus stigma masyarakat soal skizofrenia dan bipolar, karena di komunitas ini ada juga bipolar," terang Alfi.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved