Breaking News:

Berita Banyuwangi

Tahun Ini Banyuwangi Target 5 Juta Kunjungan Wisatawan

Pemkab Banyuwangi menargetkan 5 juta kunjungan wisatawan domestik dan 100.000 wisatawan mancanegara sepanjang 2018.

Penulis: Haorrahman | Editor: Eben Haezer Panca
Surabaya.tribunnews.com/Haorrahman
Pertunjukan kolosal tari Gandrung Sewu di Pantai Boom, Banyuwangi, Minggu (8/10/2017). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi penuh percaya diri menatap pariwisata di tahun 2018.

Kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa itu menargetkan 5 juta kunjungan wisatawan domestik dan 100.000 wisatawan mancanegara.

Target ini meningkat dua kali lipat dari tahun lalu yang menargetkan 2,3 juta wisatawan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan beragam program pengembangan pariwisata, akan digelar tahun ini untuk terus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

"Destinasi wisata akan terus kami benahi agar wisatawan nyaman di Banyuwangi. Selain itu kami menambah Banyuwangi Festival dari 72 event tahun lalu, menjadi 77 tahun ini. Berbagai event baru kami persiapkan," kata Anas, Jumat (2/2).

Target 5 juta wisatawan bukan tanpa dasar. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda, target tersebut merupakan target realistis.

"Target tersebut berdasarkan data kunjungan wisatawan tahun lalu," kata Bramuda.

Pada 2017 kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 91.000 pengunjung, sedangkan untuk domestik mencapai 4,8 juta pengunjung. Jumlah itu jauh meningkat dari awal periode kepemimpinan Anas, 2010 lalu.

Pada 2010 kunjungan wisatawan mancanegara dari 5.205. Sedangkan wisatawan domestik ke Banyuwangi, meningkat dari 497.000 (2010) menjadi 4,8 juta (2017).

Peningkatan wisatawan itu turut menggerek pendapatan devisa Rp 546 miliar berdasar perhitungan Kementerian Pariwisata.

Pariwisata juga turut mendorong peningkatan pendapatan per kapita warga Banyuwangi yang melonjak dua kali lipat dari Rp 20,8 juta (2010) menjadi Rp 41,5 juta per orang per tahun (2016); serta mendorong penurunan kemiskinan hingga menjadi 8,79 persen pada 2016, di bawah rata-rata angka kemiskinan di Jawa Timur yang masih tembus 11 persen.

Bramuda mengatakan, kepercayaan diri Banyuwangi juga karena infrastruktur juga akan meningkat tahun ini. Investasi penginapan akan bertambah pada 2018.

"Tahun ini akan berdiri 3 tiga hotel baru lagi yakni Hotel Ilira, Aston, dan jaringan Alila. Ini melengkapi berbagai hotel berbintang yang telah ada," kata Bramuda.

Selain itu, untuk menambah tingkat kunjungan wisatawan, kata Bramuda, Banyuwangi terus mengembangkan berbagai destinasi wisata lainnya selain destinasi wisata yang telah dikenal lebih dulu.
Seperti wisata hutan pinus Songgon yang dilengkapi olah raga arung jeram, air terjun Kalijagir di Glagah, Waduk Sidodadi di Glenmore, dan wisata mangrove Bengkak di Wongsorejo.

"Berbagai destinasi ini bisa jadi pilihan wisata yang menarik bagi para wisatawan. Ini juga untuk mengurai kepadatan jumlah wisatawan di lokasi wisata yang biasanya sangat padat di masa liburan seperti Gunung Ijen dan lainnya,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved